KEPULAUAN SITARO, KOMPAS.TV – Dua korban hilang akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara pada Senin (5/1/2026) lalu belum ditemukan hingga Kamis (8/1/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, proses penanganan darurat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih terus dilakukan pada hari keempat pascabencana.
“Operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak, serta penyaluran bantuan logistik tetap menjadi prioritas utama di wilayah terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Kamis.
“Berdasarkan update pada Kamis (8/1), jumlah korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang, termasuk satu korban anak yang ditemukan pada Rabu (7/1),” tambahnya.
Baca Juga: Gubernur Sulut Ungkap Penanganan Medis dan Rencana Relokasi Warga Pascabanjir Bandang di Sitaro
Ia menuturkan, dari jumlah tersebut, sebagian korban telah teridentifikasi, sementara sembilan lainnya masih dalam proses pendataan dan identifikasi.
“Selain korban meninggal dunia, dilaporkan terdapat dua orang korban yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” kata Muhari.
Saat ini, lanjutnya, upaya pencarian secara intensif terus dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan, 12 korban dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sementara empat korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- banjir kepulauan sitaro
- kepulauan sitaro
- banjir bandang
- banjir





