FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku akan mengikuti mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Terkait pembelian laptop Chromebook.
Itu diungkapkan Ahok dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Nadiem diketahui terseret kasus pengadaan laptop Chromebook. Namun Ahok mengatakan, jika ada di posisi Nadiem, dia bakal melakukan hal serupa.
“Kalau saya jadi Menteri Pendidikan saja nih gua pun akan beli Chromebook,” kaat Ahok dikutip Kamis (8/1/2026).
Ahok menyebut hal itu dilakukan jika menghitung efisiensi dan pengalaman birokrasi yang pernah dia jalani. Terutama saat menjadi bupati.
Kala itu, dia harus menanggung biaya besar untuk ujian sertifikasi guru. Mulai dari sewa hotel, konsumsi, hingga transportasi.
Chromebook dinilai menekan biaya tersebut karena ekosistem Google Education memungkinkan guru mengikuti sertifikasi internasional dengan biaya murah, karena hanya sekitar 10 dolar seumur hidup. Ia menegaskan.
“Libayangin ya, ada ratusan sampai ribuan guru mau ujian sertifikasi itu sudah berapa duit? Belum lagi kita enggak tahu dia ‘kakekin’ atau enggak.”
“Tiba-tiba ada sistem yang lebih murah dan transparan,” tambahnya.
Selain sertifikasi, Ahok menilai Chromebook memberi kontrol penuh kepada pemerintah terhadap proses belajar dan aktivitas guru.
Ahok kembali menegaskan bahwa Chromebook menawarkan biaya jangka panjang yang lebih rendah dibanding laptop konvensional yang membutuhkan upgrade spesifikasi setiap tahun.
“Gua paling sebel jadi bupati tiap tahun minta beli laptop baru karena speknya enggak kuat.”
“Kalau Chromebook, beli sekali sudah cukup, OS-nya ringan, enggak bayar lagi seumur hidup.”
Meski menyatakan pembelian Chromebook sebagai kebijakan yang rasional, Ahok menegaskan bahwa urusan dugaan korupsi tetap harus diuji secara hukum.
“Kalau soal pengadilan gimana gua enggak tahu lah itu. Nanti kita dengar di sidang ya,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)



