Oleh: Bansuhari Said
Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap kualitas pelayanan dan kinerja pemerintah daerah, penguatan kapasitas birokrasi tidak lagi cukup dilakukan melalui pendekatan administratif semata. Pemerintahan modern menuntut kepemimpinan kolektif, kolaborasi lintas sektor, serta budaya organisasi yang adaptif.
Dalam konteks itulah, kegiatan team building Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama dan Camat Pemerintah Kabupaten Takalar yang dipaparkan langsung oleh Bupati Takalar Daeng Manye menjadi relevan dan strategis.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda pengembangan sumber daya manusia, melainkan bagian dari upaya membangun arsitektur kepemimpinan daerah yang solid. Dalam materi Bupati Takalar pada kegiatan ini, saya mendapatkan pelajaran baru tentang bagaimana membangun tim kerja yang solid menuju Takalar Cepat, sebagai prasyarat utama dalam merealisasikan visi dan misi pembangunan daerah hingga 2030 mendatang.
Kolaborasi sebagai Kebutuhan Tata Kelola
Bupati Takalar menekankan bahwa tantangan pemerintahan hari ini bersifat multidimensi dan lintas sektor. Persoalan kemiskinan, kesehatan, pertanian, hingga peningkatan pendapatan daerah tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri. Camat sebagai simpul pemerintahan kewilayahan dan PPT Pratama sebagai pengendali sektor strategis harus bergerak dalam satu orkestrasi kebijakan.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menempatkan perangkat daerah sebagai satu kesatuan sistem pendukung kepala daerah. Team building menjadi medium penting untuk memastikan kesatuan itu tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga kultural dan operasional.
Memperkuat Kepemimpinan, Bukan Sekadar Struktur
Salah satu substansi penting yang disampaikan Bupati Daeng Manye adalah penegasan peran dan tanggung jawab pimpinan perangkat daerah. Dalam praktik pemerintahan, tumpang tindih kewenangan dan lemahnya komunikasi kerap menjadi penghambat kinerja.
Hal ini berkaitan erat dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menempatkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan sebagai elemen kunci profesionalisme ASN. Lebih lanjut, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan proses berkelanjutan yang harus difasilitasi oleh organisasi.
Team building bagi PPT Pratama dan Camat dapat dibaca sebagai upaya konkret membangun kepemimpinan kolaboratif—kepemimpinan yang mampu menyatukan kepentingan sektoral ke dalam tujuan bersama daerah.
Budaya Organisasi sebagai Penentu Kinerja
Retret ini juga diarahkan untuk membangun budaya kerja baru yang terbuka terhadap perubahan, mendorong komunikasi, dan mengedepankan perbaikan berkelanjutan. Dalam banyak kasus, kegagalan kebijakan tidak bersumber pada desain program, tetapi pada lemahnya budaya organisasi yang menopangnya.
Pendekatan ini sejalan dengan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), yang menempatkan lingkungan pengendalian dan integritas kepemimpinan sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Penetapan target pertumbuhan pendapatan daerah sebesar 20 persen sebagaimana disampaikan Bupati Takalar menunjukkan keberanian pemerintah daerah untuk keluar dari pola kerja rutin. Target ini menuntut kreativitas, inovasi kebijakan, dan keberanian mengambil terobosan.
Kerangka ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang membuka ruang diskresi dan inovasi bagi pejabat pemerintahan selama dilakukan secara akuntabel dan berorientasi pada kepentingan publik.
Team building menjadi ruang strategis untuk menyatukan cara pandang, mengelola risiko bersama, dan merumuskan solusi lintas sektor secara kolektif.
Investasi Kepemimpinan Menuju Takalar Cepat
Dalam perspektif kebijakan publik, kegiatan team building ini layak dipahami sebagai investasi kepemimpinan, bukan sekadar agenda pelatihan. Pemerintahan yang kuat tidak hanya ditopang oleh regulasi dan anggaran, tetapi oleh kualitas relasi kerja, kepercayaan antar pimpinan, dan kesamaan visi pembangunan.
Sebagaimana ditekankan Bupati Daeng Manye, Takalar Cepat hanya dapat diwujudkan oleh tim pemerintahan yang solid, adaptif, dan inovatif. Team building PPT Pratama dan Camat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun birokrasi Kabupaten Takalar yang siap menjawab tantangan pembangunan hingga 2030—tanpa gaduh, tanpa defensif, tetapi dengan arah dan keyakinan yang jelas.





