Ketika Rasulullah Makan tanpa Berbagi ke Para Sahabat

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada suatu siang yang terik, seorang petani miskin menghampiri Nabi Muhammad SAW. Waktu itu, Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama beberapa sahabatnya. Mereka berteduh di bawah rindang pohon kurma.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Begitu melihat seseorang mendekat, Nabi SAW berdiri dari tempatnya. Dengan ramah, beliau menjawab salam lelaki tersebut. Kemudian, petani itu dipersilakannya duduk.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Jadi Tersangka KPK, Rumah Gus Yaqut di Condet Dijaga Ketat Petugas
  • Boom! Setelah Dapat Restu AS, Israel Akhirnya Bombardir Hizbullah Lebanon
  • Pertapreneur Aggregator, Cara Pertamina Menyiapkan UMKM Tumbuh Berkelanjutan

Rupanya, orang itu membawa sekantong kecil yang penuh buah anggur. Ia pun menyerahkan buah-buahan itu kepada Nabi SAW. “Wahai Rasulullah,” katanya, “ terimalah pemberianku yang tidak seberapa ini. Aku membawanya dari kebun tempatku bekerja.”

Beliau menerima hadiah tersebut dengan khidmat sambil mengucapkan terima kasih. Setelah duduk kembali, Rasul SAW menaruh sekantong buah itu di atas meja. Sebutir anggur lalu diambilnya, untuk kemudian dimakan oleh beliau.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Para sahabat yang hadir menatap makanan itu dengan penuh harap. Di luar dugaan, Nabi SAW tidak menawarkan satu pun dari buah tersebut kepada mereka. Tangan beliau terus mengambil setiap butir anggur itu.

Setiap memakannya, wajah Rasulullah SAW tampak berbinar. Bibirnya juga tersenyum. Melihatnya, petani miskin itu menjadi sangat senang. Apalagi, beliau menghabiskan seluruh anggur pemberiannya tanpa sisa.

Si pemberi merasa bahagia karena melihat Nabi SAW dengan lahap menghabiskan hadiahnya. Ia berpikir, anggur itu pastilah terasa sangat nikmat. Begitu enaknya, sampai-sampai beliau “lupa” menawarkan buah tersebut kepada para sahabat yang lain.

Sesudah itu, si petani pamit. “Aku harus kembali ke kebun, ya Rasulullah! Terima kasih telah menerima hadiah anggur dariku,” katanya.

Maka pergilah lelaki itu dengan hati yang lapang. Bukan main suka citanya. Sebab, ia melihat sendiri, bagaimana sosok semulia baginda Nabi SAW menikmati pemberiannya yang hanya sekantong buah anggur.

Sesudah petani itu menjauh dari pandangan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. Mereka merasa sangat heran. Sebab, jarang-jarang beliau berbuat begitu. Biasanya, Nabi Saw membagikan apa saja hadiah yang diterimanya kepada kaum Muslimin yang membutuhkan.

Apalagi, mereka yang membersamainya saat itu sedang agak lapar. Di tengah terik matahari siang, tentu mulut akan terasa segar kalau mengunyah beberapa butir anggur.

“Ya Rasulullah,” kata seorang dari mereka memberanikan diri, “mengapa engkau makan sendirian buah anggur tadi? Mengapa sama sekali engkau tidak menawarkannya kepada kami?”

Rasulullah SAW tersenyum. Beliau lalu menjelaskan kepada mereka, “Aku memakan semuanya karena anggur-anggur itu terasa masam. Jika menawarkannya kepada kalian, aku khawatir nanti wajah kalian akan menunjukkan kesan tidak suka. Bila sampai begitu, tentu perasaan lelaki tadi akan tersinggung.”

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kala Gang Sempit di Penjaringan Lahirkan Atlet Akrobatik Cilik Nasional
• 21 jam lalukompas.com
thumb
3 Drakor Adaptasi Webtoon Terbaru Tayang Januari 2026, Wajib Nonton!
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Heboh Super Flu di Indonesia, Menkes Sebut Sudah Ada Sejak Lama, Hanya Varian Baru
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Polisi Langsung Analisis Barang Bukti
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Mens Rea 
• 23 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.