CARACAS – Pimpinan pasukan pengawal kehormatan Presiden Venezuela, Jenderal Javier Marcano Tábata, telah dipecat dari jabatannya beberapa hari setelah penculikan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat (AS). Maduro diculik dalam serangan AS ke ibu kota Caracas dan dibawa ke New York untuk diadili.
Pengawal kehormatan presiden adalah pasukan militer yang bertugas melindungi kepala negara.
Meskipun pemerintah Venezuela belum memberikan rincian korban jiwa, anggota pengawal tersebut diperkirakan termasuk di antara puluhan orang yang tewas dalam operasi AS untuk menangkap Maduro.
Perintah untuk mencopot Jenderal Marcano Tábata dikeluarkan oleh Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez.
Rodríguez dilantik oleh Majelis Nasional, yang didominasi loyalis pemerintah, pada Senin (5/1/2026). Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil presiden Maduro dan dianggap sebagai sekutu dekat pemimpin yang kini dipenjara tersebut.
Ia mengecam penangkapan Maduro sebagai “penculikan ilegal”, tetapi juga mengatakan bahwa pemerintahnya telah “mengundang pemerintah AS untuk bekerja sama”.
Tindakannya dipantau secara ketat, baik di dalam maupun di luar Venezuela, untuk mengukur arah kebijakan yang mungkin akan diambilnya setelah memimpin negara tersebut, sekaligus melihat tanda-tanda potensi keretakan dalam pemerintahannya.



