Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan seluruh Jalur Nasional Lintas Tengah Aceh yang terdampak bencana akan kembali tersambung sepenuhnya pada Jumat, 9 Januari 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penanganan terus dilakukan mengingat gangguan pada akses jalan dan jembatan berdampak langsung pada distribusi bantuan kemanusiaan dan aktivitas ekonomi.
"Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti," ujar Dody dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (8/1/2026).
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Kementerian PU, Heri Yugiantoro, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih terus mempercepat proses penanganan darurat pada sejumlah titik yang akses jalan belum sepenuhnya tersambung.
"Masih terdapat ruas di wilayah Aceh Tengah yang belum sepenuhnya tersambung dan sedang kami tangani. Hari ini sudah terbuka, tetapi masih dibutuhkan peralihan lagi sehingga layak untuk kendaraan roda 4. Laporan dari lapangan 9 Januari 2026 sudah fungsional," jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian PU hingga 7 Januari 2026, mayoritas ruas strategis di lintas tengah Aceh sebenarnya telah kembali terhubung secara fungsional. Penanganan dilakukan melalui perbaikan permanen maupun skema darurat, termasuk pemasangan Jembatan Bailey dan pengalihan ke jalur alternatif.
Baca Juga
- Adhi Karya Rampungkan Huntara Tahap 1 di Aceh Tamiang
- Menteri PU Paparkan Progres Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh
- Adhi Karya Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Adapun sejumlah ruas utama yang telah kembali terhubung meliputi:
- Ruas Kota Bireuen – Batas Bireuen/Bener Meriah
- Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram
- Ruas Genting Gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya
- Ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren
- Ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota Kutacane
- Ruas Kota Kutacane – Batas Provinsi Sumatera Utara
Meskipun demikian, pemerintah masih melakukan akselerasi pada Ruas Blangkejeren – Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang sempat kembali tertutup longsor pada awal Januari ini. Ruas tersebut ditargetkan dapat dilalui kembali secara fungsional pada esok hari.
Selain pembersihan longsor, pengujian beban (load test) juga tengah dilakukan pada Jembatan Bailey di Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot – Jeuram.
Langkah percepatan ini diharapkan dapat segera menormalkan arus transportasi darat yang menjadi jalur utama pasokan komoditas dan mobilitas antarprovinsi dari Aceh menuju Sumatera Utara maupun sebaliknya.





