PAM Jaya Bakal Telusuri Ulang Penyebab Air di Jembatan Besi Mati 2 Bulan

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PAM Jaya menyebut akan segera menelusuri ulang penyebab aliran air di wilayah RT 03 RW 03, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, terhenti selama hampir dua bulan.

Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, mengaku baru mendapat informasi bahwa air di lokasi tersebut masih belum mengalir hingga Kamis (8/1/2026).

Padahal, menurut dia, perbaikan teknis di lapangan tercatat sudah rampung dikerjakan pada Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Warga Jembatan Besi Keluhkan Air PAM Mati Hampir Dua Bulan, Mandi Pakai Air Mushala

"Saya kroscek lagi karena dari kemarin saya sudah pastiin tuh informasinya bahwa pekerjaannya itu memang sudah selesai. Besok akan langsung segera dilakukan pengecekan," ujar Gatra saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.

Gatra menjelaskan, pihaknya baru menerima laporan gangguan secara resmi pada pekan lalu atau awal Januari 2026.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=PAM Jaya, air PAM Jaya mati, krisis air di jembatan besi&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8yMDQ5NDQzMS9wYW0tamF5YS1iYWthbC10ZWx1c3VyaS11bGFuZy1wZW55ZWJhYi1haXItZGktamVtYmF0YW4tYmVzaS1tYXRpLTItYnVsYW4=&q=PAM Jaya Bakal Telusuri Ulang Penyebab Air di Jembatan Besi Mati 2 Bulan§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Hal ini berbeda dengan keluhan warga yang menyebut masalah sudah berlangsung hampir dua bulan.

"Terkait keluhan itu tidak sampai dua bulan Mas, tapi keluhan itu baru masuk ke kami di minggu kemarin," kata Gatra.

"Per kemarin tim operasional kami sudah memperbaiki hal tersebut, di mana memang ada sedikit issue teknis di lapangan," lanjutnya.

Selain air mati, warga juga mengeluhkan kualitas air yang kerap buruk dan berbau tak sedap menyerupai air selokan dalam beberapa waktu.

Baca juga: Penjambret di Kelapa Gading Gunakan Uang Hasil Curian untuk Pesta Narkoba

Menanggapi hal ini, Gatra tidak menampik kemungkinan adanya kontaminasi pada pipa distribusi akibat proyek galian jalan di sekitar lokasi.

"Kalau misalkan warga bilang ada bau saat ada galian, itu bisa jadi. Misalnya ada galian terus kena ke pipa kita, terus jadinya pipa kita terkontaminasi sama air got atau apa, itu mungkin," jelas Gatra.

Gatra pun memastikan pihaknya akan secepatnya menyelesaikan permasalahan air PAM yang kerap terjadi di wilayah Jembatan.

Sebelumnya diberitakan, warga RT 03 RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan aliran air PAM Jaya yang dilaporkan mati selama hampir dua bulan.

Harjani (64), salah satu warga yang telah 20 tahun lebih tinggal di RT 03 Jembatan Besi, mengaku terpaksa mengambil air dari mushola menggunakan selang untuk mandi dan mencuci di rumahnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Saat ditemui Kompas.com, Harjani tengah duduk di depan rumahnya sambil memandangi selang yang disambung dari keran musala menuju kamar mandi rumahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puluhan TNI Peraih Medali di SEA Games 2025 Naik Pangkat
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Pimpin Satgas, Mendagri Petakan Persoalan Penanganan Bencana Sumatra
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Hasil Malaysia Open 2026: Gagal Taklukkan Wang Zhi Yi, Putri KW Terhenti di Perempat Final
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Deretan Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra Miraj
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Bencana Bukan Sekadar Alam
• 14 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.