REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan mencapai 16,3 persen, melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi pada konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.
Meski pencapaian di sektor ketenagalistrikan sudah melampaui target, secara keseluruhan bauran energi termasuk biodiesel hanya mencapai 15,75 persen, naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 14,65 persen. Eniya optimistis bahwa pada 2026, pelaksanaan Commercial Operation Date (COD) pembangkit EBT seperti PLTA Merangin dan PLTA Batang Toru akan meningkatkan bauran EBT lebih lanjut.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa penambahan kapasitas pembangkit EBT sepanjang 2025 cukup signifikan, dengan total kapasitas terpasang mencapai 15.630 MW. Namun, peningkatan ini tampak menurun secara persentase karena adanya penambahan pembangkit dari sumber energi fosil seperti gas dan batu bara.
Bahlil menjelaskan bahwa terdapat tambahan kapasitas terpasang sebesar 7 GW sepanjang tahun 2025, dari total kapasitas 100,65 GW menjadi 107,51 GW. Meskipun pembangkit fosil masih mendominasi, Bahlil menekankan pentingnya meningkatkan bauran EBT seiring dengan pertumbuhan ekonomi pada 2026.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.



