Sekjen Golkar, Sarmuji, memastikan opsi Pilkada melalui DPRD akan tetap melibatkan partisipasi publik. Ia memastikan, Pilkada model tersebut tidak akan mengembalikan Pilkada seperti zaman orde baru.
“Ya, jadi mungkin publik menyangka pilkada yang lagi didesain, apakah ada perubahan nanti seperti pilkada di zaman Orde Baru, yang partisipasi publiknya itu hampir nihil. Padahal kalaupun itu nanti ada perubahan desain, misalkan melalui DPRD, itu sama sekali bukan pilkada melalui DPRD seperti pilkada zaman dulu,” ucap Sarmuji di DPP Golkar, Jakarta Barat pada Kamis (8/1).
“Ya, kami Partai Golkar akan mengambil sisi-sisi terbaik dari pilkada langsung untuk diakomodir, dimasukkan ke dalam sistem pilkada tidak langsung melalui DPRD, itu seandainya nanti terjadi perubahan Jadi ini sama sekali berbeda dengan pilkada zaman Orde Baru yang partisipasi publiknya hampir nihil,” tambahnya.
Ia menyebut, partisipasi publik akan tetap diikutsertakan, seperti melalui kampanye langsung dan tidak menghilangkan debat antar kandidat.
“Apa saja partisipasi publik yang nanti bisa diakomodir? Misalkan nanti meskipun itu dilakukan oleh DPRD, kampanye langsung itu tetap bisa dilakukan, debat kandidat tetap bisa dilakukan, atau proses penjaringannya melibatkan publik secara luas, sehingga rakyat tidak ditinggalkan meskipun pemilihannya melalui DPRD,” jelas Sarmuji
“Itu desain apa lagi misalkan yang bisa memperkuat partisipasi rakyat ke dalam pemilihan DPRD, nanti akan kita akomodir secara maksimal,” tambahnya.
Sarmuji menegaskan, Golkar hanya akan mendukung perubahan model Pilkada menjadi via DPRD bila partisipasi publik tetap diikutsertakan.
“Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal,” ucap Golkar.
Kini, sejumlah partai sudah setuju dengan usulan perubahan tersebut, termasuk Gerindra, Demokrat, dan PKB. Sarmuji menyebut, kini sudah mulai ada pembicaraan informal antar partai terkait wacana ini.
“Ya, kontak-kontak saja ya. Kontak-kontak. Ya ngobrol-ngobrol informal, tanya-tanya,” kata dia.




