Soal Skripsi Jokowi Tanpa Tanda Tangan, Effendi Gazali: Mungkin Pembimbing dan Dekan Sudah Berpulang

fajar.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali memberikan komentar menarik soal polemik ijazah dan skripsi mantan Presiden Joko Widodo.

Terkait soal skripsi yang tidak memiliki tanda tangan dosen pembimbing dan dekan, Effendi Gazali menilai hal itu sebagai sesuatu yang memang layak dipertanyakan.

Bahkan, ia menyebut tanpa adanya tanda tangan dari kedua belah pihak ini skripsi tersebut disebutnya aneh.

Menurutnya, berkaitan tentang ijazah Jokowi, sejatinya seseorang untuk mendapatkan ijazah itu harus melalui prosesnya dahulu, diawali dengan mendaftar, kuliah, lalu ada KKN, ada wisuda dan segala macamnya.

Di tengah-tengah perjalanan untuk mendapatkan ijazah itu, ada proses pembuatan skripsi.

Karena itu, untuk memastikan soal isu ijazah palsu Jokowi ini menurutnya ada beberapa hal bisa memastikan keasliannya.

Salah satunya dengan memastikan adanya tanggal dan tanda tangan dari dua pihak tersebut.

“Tujuan saya ingin mengatakan kenapa bisa tidak ada tanggalnya,” katanya.

“Mungkin lupa atau mungkin pembimbing atau dekannya sudah berpulang sehingga tidak bisa lagi dimintai tanda tangannya,” ungkapnya.

Lebih jauh, terkhusus jika tidak ada tanda tangan di sebuah skripsi. Effendi menyebut jika hal itu memang menjadi sesuatu yang aneh.
Kendati begitu, ia coba untuk berpikir positif dengan menyebut kemungkinan pada saat itu, baik dosen pembimbing maupun dekan berhalangan.

“Yang mau saya katakan aneh, saya mau cari tahu kenapa? Apakah lupa?,” sebutnya.

“Atau bisa saja waktu itu dosen pembimbing atau dekannya berpulang,” tuturnya.

Dia tidak memungkiri jika memastikan ijazah itu, sejatinya bisa dilihat dari lembar pengesahan skripsi tersebut.

Yang mana bakal ada tandatangan dari pembimbing hingga dekannya. Bahkan, ada pula tanggal ujian hingga tahunnya.

“Saya mau katakan, nanti bapak ibu buka skripsi kita, pada lembar pengesahan skripsi sesudah ujian akan ada tanggal ujiannya, tahun ujiannya, ditandatangai pembimbing 1 kalau cuma 1 waktu itu atau 1-2 dan kemudian oleh dekannya,” terangnya. (Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rekap Hasil Malaysia Open 2026: Jonatan dan Fajar/Fikri Lolos ke Semifinal, Wakil Lain Terhenti
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Deretan Pemain Terlupakan yang Layak Comeback ke Timnas Indonesia di Era John Herdman
• 18 jam lalubola.com
thumb
Pasutri Warga Pakistan Nekat Telan 1 Kg Sabu Buat Diselundupkan ke Indonesia
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Singgung Soal Peredaran Narkoba di Rutan, Ammar Zoni Akui Pernah Memakainya
• 22 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.