Kolaborasi Merawat Rumah Terakhir Sang Penjaga Hutan Jawa

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

Berawal dari survei macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang dilakukan di Gunung Muria, gerakan konservasi macan tutul jawa pun meluas ke seluruh kantong macan tutul yang ada di Jawa. Kolaborasi multipihak dibutuhkan untuk menjaga populasi macan tutul yang saat ini diperkirakan tersisa 300-an individu di habitat alaminya di Pulau Jawa.

Gambar macan tutul jawa yang tergolong satwa terancam (endangered) di Muria pertama kali terekam kamera jebak (camera trap) pada 2016. Setahun kemudian, Djarum Foundation terlibat dalam konservasi Muria mulai dari gerakan penghijauan di hutan hingga intensif melakukan survei terkait macan tutul.

Sembari mendaki Lereng Muria pada Selasa (16/12/2025), Pembina Yayasan Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria) Triyanto bersama tim Peka Muria menunjukkan cara pemasangan kamera jebak yang telah berhasil menangkap video macan tutul jawa. Kamera-kamera ini diletakkan di antara tegakan pohon yang masih alami di jalur yang biasa dilewati macan tutul.

Berbekal pengalaman memonitor macan tutul yang sebelumnya juga dilakukan di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, Sintas Indonesia bersama masyarakat lokal Muria yang tergabung di Peka Muria dan didukung Djarum Foundation terlibat memantau keberadaan macan tutul dengan pemasangan 80 kamera jebak di 40 titik sejak 2022. Hasil pemantauan di Muria mendeteksi 14 individu macan tutul di Muria, yang terdiri dari 9 jantan dan 5 betina.

Baca JugaUpaya Konservasi Elang Jawa Selama Tiga Dekade 

Tim juga memasang kalung GPS (GPS collar) di leher dua individu macan tutul muria untuk merekam pergerakan mereka selama 7 bulan. Dari pemantauan GPS, diperoleh data jalur tol yang sering dilewati macan tutul. Berbeda dengan di lokasi lain, macan tutul jawa di Muria beradaptasi dengan lingkungan dan berubah menjadi hewan nokturnal yang lebih aktif pada malam hari.

Dua individu macan tutul yang memakai kalung GPS ini ternyata juga memiliki wilayah jelajah yang tidak saling bersinggungan. Jumlah 14 individu macan tutul jawa di Muria dinilai sudah padat untuk luasan hutan lindung yang hanya tersisa 2.000 hektar dari awalnya 11.000 hektar.

”Kami berharap hutan yang tersisa di Jawa tetap dipertahankan. Perlu kawasan yang aman untuk berkembang biak,” ujar Direktur Sintas Indonesia Hariyo T Wibisono.

Desain survei macan tutul jawa yang dilakukan di Muria itulah yang kemudian dipelajari dan diadopsi untuk diterapkan dalam survei Java-Wide Leopard Survey (JWLS). JWLS merupakan survei macan tutul jawa se-Pulau Jawa yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Sintas Indonesia dan PT Djarum sejak awal tahun 2024.

​”Sampai sekarang masih berlangsung, harapannya pertengahan tahun depan itu sudah selesai. Ada 21 bentang alam di seluruh Jawa, yang tersisa itu yang kita kerjakan sampai saat ini. Itu kira-kira yang sudah kita pasang ada 15 bentang alam dari total 21, yang sudah selesai itu ada 11, jadi 4 masih running (berjalan). Sisanya ada beberapa taman nasional, tidak masuk dalam konteks JWLS, karena mereka sudah punya data,” kata Wibisono.

Baca JugaElang di Langit Muria, Macan Tutul di Batas Hutan
KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA
Kawasan hutan dan perkebunan kopi yang menaungi lereng Gunung Muria di Kecamatan Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025). Pada beberapa waktu ini Djarum Bakti Lingkungan beserta sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan komunitas warga salah satunya Pegiat Konservasi Muria (Peka Muria) melakukan aktivitas perlindungan satwa endemik macan tutul (Panthera pardus melas) dan elang jawa (Nisaetus bartelsi).
Perusahaan swasta

Survei yang memanfaatkan teknologi kamera pengintai ini ditujukan untuk mengetahui status populasi macan tutul jawa di seluruh habitat satwa liar yang tersisa di Pulau Jawa. Selain survei kamera pengintai, JWLS juga mengumpulkan sampel kotoran macan tutul jawa untuk mengetahui struktur populasi dan preferensi satwa mangsanya.

Upaya konservasi macan tutul yang dilakukan di Muria terus diupayakan agar bisa direplikasi ke gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Djarum menjadi inisiator untuk menghadirkan program JWLS dan mengajak pengusaha lain untuk melestarikan satwa terancam punah di lingkungannya masing-masing.

”JWLS lahir dari kesadaran bahwa kami sudah membantu di Gunung Muria, tetapi bagaimana dengan nasib 21 gunung lainnya di Jawa? Jika kita hanya fokus membantu Gunung Muria sementara populasi di 21 lanskap lainnya punah, masa depan suram bagi macan tutul jawa akan benar-benar menjadi kenyataan,” kata Direktur Program Bakti Lingkungan Djarum Foundation Jemmy Chayadi.

Baca JugaMenyaksikan Elang Jawa Mengudara di Gede Pangrango

Melalui program JWLS, Djarum sebagai inisiator juga menggandeng perusahaan lain untuk terlibat dalam pelestarian macan tutul, seperti PT Indopoly, PT Sinar Sosro, PT Gunung Slamat, PT Sarana Berkat Sejahtera, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, PT Bank Central Asia, dan PT Star Energy Geothermal (Barito Group).

”Agar macan tutul tidak punah, kita membutuhkan data. Namun, pengumpulan data melalui sensus ini memerlukan biaya. Akhirnya, pihak swasta berkolaborasi dan bahu-membahu membantu pendanaannya. Gunung Muria menjadi model yang skalanya kini diperluas ke seluruh Jawa,” tambah Jemmy.

Pelestarian macan tutul ataupun elang jawa yang pendanaannya juga melibatkan perusahaan swasta juga diapresiasi oleh pemerintah.

​”Saya kira perusahaan-perusahaan lain juga cukup mendukung dan memperkuat konservasi macan tutul. Upaya ini sudah berjalan dua setengah tahun. Kami akan mempublikasikan hasil survei menyeluruh di 22 kantong habitat macan tutul ini sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik,” ujar Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan Nunu Anugrah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Soal Vaksin Super Flu
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
KSOP Labuan Bajo Larang Pelayaran Kapal Wisata di Malam Hari
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Ancam Kembali Serang Nigeria Jika ISIS Terus Bunuh Warga Kristen
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Bandung BJB tekuk JLM tiga set langsung
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kedunguan Emosional: Sisi Gelap Maskulinitas
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.