Konflik AS-Venezuela, PM Jepang Serukan Pemulihan Demokrasi

idntimes.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang menahan diri untuk tidak memberikan evaluasi langsung terhadap operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela baru-baru ini. Namun, mereka berencana untuk terus memantau perkembangan, termasuk tanggapan dari negara-negara terkait, dilansir NHK News, Selasa (6/1/2026).

Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan bahwa negaranya akan melakukan upaya diplomatik untuk memulihkan demokrasi di Venezuela dan menstabilkan situasi di sana. Pernyataan tersebut datang menyusul insiden penangkapan Presiden Nicolas Maduro dari Venezuela dalam operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari 2026.

"Jepang secara tradisional menghormati nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar, seperti kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum," kata Takaichi dalam unggahannya di X, Minggu (4/1/2026).

Ia juga menambahkan bahwa negaranya akan bekerja sama erat dengan negara-negara G7 dan negara regional lainnya mengenai situasi di Venezuela.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Program B40, Impor Solar RI Turun 3 Juta Ton di 2025
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
OJK Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 7,74% pada November 2025
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Isra Mikraj 2026 Apakah Tanggal Merah? Cek Lagi Ketentuannya
• 13 jam laludetik.com
thumb
Perkuat Ketahanan Pangan, Natuna Berhasil Panen Padi Gogo di Lahan Kering
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Zulhas dorong peran Kota Subulussalam dalam rantai pasok Aceh-Sumut
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.