Wall Street Bergerak Variatif Seiring Aksi Ambil Untung pada Saham Teknologi

katadata.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (8/1). Pergerakan bura Wall Street dipengaruhi aksi ambil untung pada saham-saham teknologi besar. 

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 270,03 poin atau 0,55% ke level 49.266,11 dan S&P 500 naik tipis 0,01% dan ditutup di 6.921,46. Sebaliknya Nasdaq Composite yang sarat dengan saham teknologi tergelincir 0,44% ke 23.480,02

Dari 11 sektor di S&P 500, saham teknologi informasi paling anjlok lebih dari 1%, seiring aksi ambil untung pada saham-saham teknologi besar.

Saham Nvidia, yang menjadi sorotan di sektor kecerdasan buatan merosot lebih dari 2%. Kemudian saham Oracle juga tergelincir hampir 2%. Saham Apple juga berlanjut melemah, mencatatkan hari ke-tujuh kerugian berturut-turut. 

Direktur Strategi Investasi Senior di U.S. Bank Asset Management, Rob Haworth, menilai bahwa teknologi dan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi tema utama pasar pada 2026.

Meski demikian, peran saham teknologi dan AI sebagai motor pertumbuhan Wall Street bergantung pada penggunaan nyata, terutama kepada sektor lain seperti kesehatan. Ia juga melihat peluang di sektor robotika, asuransi, dan diagnostik sebagai titik awal cerita pertumbuhan berikutnya. 

“Perusahaan di bidang robotika, asuransi, dan diagnostik berpotensi menjadi penerima manfaat paling awal, di situlah sumber utama pertumbuhan ke depan,” kata Haworth dikutip CNBC, Jumat (9/1).

Namun, Haworth menilai penguatan pasar harus meluas dengan sektor industri dan keuangan menjadi dua pilar utama yang perlu dicermati. Ia mengatakan sinyal perbaikan di kedua sektor tersebut mulai terlihat sepanjang tahun ini dan akan menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan reli pasar.

Di sisi lain, saham sektor pertahanan mencuri perhatian setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan anggaran pertahanan sebesar US$ 1,5 triliun untuk 2027 yang disetujui Kongres untuk 2026.

Saham Northrop Grumman naik lebih dari 2%, Lockheed Martin melonjak lebih dari 4%, RTX menguat hampir 1%, sementara Kratos Defense meroket 14%.

Sebelumnya, Indeks S&P 500 dan Dow Jones ditutup melemah pada perdagangan Rabu, meskipun sempat mencetak rekor tertinggi baru.

Penurunan itu setelah harga minyak mentah jatuh, menyusul pernyataan Trump mengenai rencana penyerahan hingga 50 juta barel minyak Venezuela ke Amerika Serikat, yang memicu kekhawatiran lonjakan pasokan global.

Pada perdagangan Kamis, harga minyak kembali bangkit, dengan kontrak berjangka Brent crude dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing melonjak lebih dari 4% hingga penutupan pasar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump: Minyak Venezuela Bisa Hasilkan Triliunan Dolar bagi AS
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Membedah Sejarah Rivalitas dan Rekam Jejak Prestasi Persib Bandung Vs Persija Jakarta: Siapa Lebih Bersinar?
• 10 jam lalubola.com
thumb
Profil Yaqut Cholil Qoumas: Tersangka Korupsi Kuota Haji & Harta Kekayaannya
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BPJS Kesehatan dan BRIN Jalin Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Kebijakan JKN Berbasis Riset
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Ketika Takut Kehilangan Membuat Hubungan Terasa Melelahkan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.