KEKALAHAN mengecewakan Benfica dari Braga di semifinal Piala Liga berbuntut panjang. Pelatih Jose Mourinho secara terbuka menunjukkan rasa frustrasinya dengan memboyong seluruh skuadnya untuk menginap di pusat latihan klub, Seixal, sebagai bentuk refleksi mendalam.
Dalam laga yang berlangsung Kamis (8/1) dini hari WIB tersebut, Benfica harus mengakui keunggulan Braga dengan skor telak 3-1.
Pertandingan tersebut juga diwarnai kartu merah yang diterima mantan bek Manchester City, Nicolas Otamendi, yang memaksa As Aguias bermain dengan 10 orang sebelum akhirnya tersingkir.
Mourinho, yang baru menjabat sejak September lalu, langsung mengambil tindakan tegas pascapertandingan. Alih-alih memberikan waktu istirahat, ia memerintahkan para pemain untuk menginap di kamp latihan dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Pesan Menohok Sang ManajerDalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih yang menjuluki dirinya The Special One itu memberikan pernyataan yang menggambarkan betapa kecewanya ia terhadap performa tim.
"Para pemain akan tidur di Seixal. Kamis ada latihan, dan hari berikutnya juga ada latihan," tegas Mourinho. "Karena tidak ada final di hari Sabtu, pertandingan berikutnya adalah melawan Porto, Rabu depan."
Mourinho bahkan secara spesifik meminta para pemainnya untuk merefleksikan kegagalan mereka daripada beristirahat dengan tenang di kamar masing-masing.
"Saat kita tiba di Seixal, semuanya akan masuk ke kamar masing-masing. Saya berharap para pemain sama seperti saya, yaitu tidak tidur sama sekali. Itulah harapan saya bagi mereka; agar mereka tidak tidur dan justru banyak berpikir, seperti halnya saya akan berpikir," tambahnya.
Mengakhiri Tren PositifKekalahan dari Braga ini menjadi pil pahit bagi Benfica, mengingat tim sebenarnya sedang dalam tren positif.
Sebelum laga ini, Mourinho berhasil membawa Benfica mencatatkan 11 pertandingan tidak terkalahkan.
Sejak kepulangannya ke klub yang membesarkan namanya pada 2000 itu, Mourinho telah memenangkan 14 dari 23 pertandingan yang dipimpinnya.
Mourinho menyadari bahwa atmosfer di ruang ganti sedang tidak ideal. Ia memilih untuk menunda evaluasi teknis hingga para pemain benar-benar "merasakan" kekecewaan tersebut.
"Pada hari Kamis kita bisa mulai berbicara, karena hal itu tidak terjadi di ruang ganti tadi," ungkapnya. "Di ruang ganti tadi yang terjadi adalah monolog, dan monolog tidak berhasil bagi saya. Saya lebih suka berdialog dengan para pemain."
Fokus Menuju O ClassicoLangkah ekstrem ini diambil bukan tanpa alasan. Benfica dijadwalkan akan bertandang ke markas rival abadi mereka, Porto, dalam laga perempat final Piala Portugal, Rabu (14/1) mendatang.
Laga ini menjadi sangat krusial mengingat posisi Benfica di Primeira Liga masih tertahan di peringkat ketiga, terpaut 10 poin dari Porto yang memuncaki klasemen.
Melalui 'sanksi' menginap ini, Mourinho berharap timnya bisa membedah perbedaan performa antara babak pertama dan kedua saat melawan Braga, sekaligus mempersiapkan mental sekuat mungkin menghadapi laga hidup-mati di Porto. (bbc/Z-1)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)

