Sekjen tegaskan PBB tetap jalankan mandatnya usai penarikan AS

antaranews.com
19 jam lalu
Cover Berita
New York (ANTARA) - Sekretaris Jenderal António Guterres menyesalkan keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari sejumlah entitas PBB sekaligus menegaskan bahwa sistem tersebut masih akan tetap menjalankan semua mandatnya.

"Sebagaimana yang selalu kami tekankan, kontribusi wajib (assessed contributions) terhadap anggaran reguler PBB dan anggaran penjaga perdamaian, sebagaimana disetujui oleh Majelis Umum, merupakan kewajiban hukum berdasarkan Piagam PBB bagi seluruh Negara Anggota, termasuk Amerika Serikat," demikian menurut pernyataan yang dipublikasi juru bicara PBB, Kamis.

Pada Rabu Presiden Donald Trump menandatangani memorandum yang menginstruksikan departemen dan badan eksekutif AS untuk segera menarik diri dari puluhan organisasi, konvensi, dan perjanjian internasional yang dianggap Washington bertentangan dengan kepentingan AS.

Menurut memorandum AS, keputusan tersebut berpengaruh terhadap 31 badan dan entitas PBB.

Terlepas dari pengumuman tersebut, Sekjen Guterres menekankan bahwa tugas organisasi akan terus berlanjut. "Semua entitas PBB akan tetap melanjutkan pelaksanaan mandatnya sebagaimana diberikan oleh Negara-Negara Anggota," katanya.

“PBB memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan bagi mereka yang bergantung pada kami. Kami akan terus melaksanakan mandat kami dengan penuh keteguhan".

Berdasarkan Piagam PBB, kontribusi wajib untuk anggaran reguler dan anggaran penjaga perdamaian Organisasi disetujui oleh Majelis Umum dan dianggap sebagai kewajiban yang mengikat bagi semua negara anggota.

Untuk 2026, Majelis Umum menyetujui anggaran reguler sebesar 3,45 miliar dolar AS (sekitar Rp58 triliun) – menurun tajam dari tahun-tahun sebelumnya – termasuk pengurangan 15 persen dalam sumber daya keuangan dan pengurangan hampir 19 persen dalam jumlah staf.

Baca juga: China tetap dukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilateral

Baca juga: PBB: operasi militer AS di Venezuela rusak hukum internasional

Baca juga: Venezuela: Aksi militer AS terhadap Maduro dipicu sumber daya alam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Diduga Singgung NU dan Muhammadiyah, Pandji Pragiwaksono Dipolisikan
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Orang Terdekat sebagai Tempat Pelampiasan Emosi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Travis Kelce Kekasih Taylor Swift Dikabarkan Merapat ke Netflix, Isyaratkan Pensiun dari NFL?
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KPK Ungkap Penetapan Tersangka Kasus Kuota Haji Sudah Dilakukan Sejak 8 Januari 2026
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.