Bisnis.com, JAKARTA - Arsenal gagal merebut kesempatan untuk unggul delapan poin di puncak klasemen Liga Premier setelah ditahan imbang 0-0 oleh Liverpool di Stadion Emirates.
Suasana penuh harapan terasa di London utara karena Arsenal memiliki kesempatan untuk memperkuat upaya mereka meraih gelar pertama dalam 22 tahun setelah Manchester City dan Aston Villa kehilangan poin, tetapi keadaan tidak berjalan sesuai rencana bagi The Gunners.
Setelah awal yang kuat dari tim tuan rumah, Liverpool hampir mencetak gol pembuka di babak pertama ketika Conor Bradley membentur mistar gawang dengan tendangan melambung setelah terjadi kesalahan komunikasi antara David Raya dan William Saliba.
Arsenal kembali membangun momentum saat Bukayo Saka dan Declan Rice melepaskan tembakan jarak jauh yang berhasil ditepis oleh Alisson Becker, tetapi tidak ada jalan untuk menembus pertahanan Liverpool yang kokoh.
Tim asuhan Arne Slot, yang memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di semua kompetisi menjadi 10 pertandingan, mengambil alih kendali permainan di babak kedua saat Arsenal mulai kehilangan momentum.
Dengan meningkatnya ketegangan dari para pendukung tuan rumah, The Reds mendominasi penguasaan bola sementara Arsenal hampir tidak mendapatkan kesempatan, tetapi mereka tidak mampu melepaskan tembakan tepat sasaran dengan tiga upaya jarak jauh yang melenceng dari Dominik Szoboszlai sebagai peluang terbaik mereka.
Baca Juga
- Prediksi Skor Arsenal vs Liverpool: Head to Head, Susunan Pemain
- Struggle Kejar Arsenal, Rodri Minta Skuad Manchester City tetap Tegar
- Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Tim-Tim Elite Tersungkur, Arsenal Tancap Gas
Pemain pengganti Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli menguji Alisson di waktu tambahan, tetapi terbukti menjadi malam yang mengecewakan, meskipun bukan malam yang krusial, bagi Arsenal, yang hanya mampu memperpanjang keunggulan mereka di puncak klasemen menjadi enam poin ketika ada kesempatan untuk meraih lebih banyak poin.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, memuji performa timnya.
"Kami menunjukkan kualitas untuk datang ke sini dan menang. Di babak pertama, mereka adalah tim yang paling banyak bermain di separuh lapangan kami.
Dia mengatakan kualitas permainan tim asuhannya itu mampi menghasilkan beberapa momen umpan silang tetapi tidak terlalu banyak peluang. Di babak kedua, justru sebaliknya, di mana timnya mendominasi bola hampir sepanjang 45 menit di separuh lapangan mereka.





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F04%2F188c1fef-ca70-4218-aa5e-929b2dd042ae.jpg)