Di daratan Tiongkok, banyak anak-anak dan remaja dilaporkan hilang. Bahkan, sering beredar video “ambulans” yang diduga menculik orang di jalanan. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa kasus-kasus tersebut terkait dengan praktik pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Baru-baru ini, beredar tangkapan layar percakapan sebuah “kelompok proyek” di Kota Changchun yang menunjukkan bahwa aparat kepolisian diduga bekerja sama dalam penculikan seorang donor organ perempuan yang telah “dipilih”.
EtIndonesia. Pada 5 Januari, beredar dua tangkapan layar percakapan beredar di platform Douyin (TikTok versi Tiongkok). Salah satunya berasal dari sebuah grup bernama “250701 Komunikasi Proyek”.
Foto dalam tangkapan layar menunjukkan korban hanya mengenakan pakaian tipis, sehingga diduga kejadian tersebut berlangsung pada musim panas. Warganet berspekulasi peristiwa itu terjadi sekitar 1 Juli 2025, dan grup tersebut kemungkinan dibentuk sementara untuk suatu operasi rahasia. Terlihat bahwa grup itu memiliki 11 anggota.
Tangkapan layar percakapan “kelompok proyek” yang diduga menculik donor organ di jalanan Kota Changchun
Dalam tangkapan layar tersebut, seseorang bernama “Yang Min” mengunggah dua foto seorang perempuan muda yang sedang membeli buah di pinggir jalan, dan menyebutkan bahwa korban sedang membeli durian di kios buah.
Tak lama kemudian, anggota lain di grup tersebut memberikan perintah agar menunggu korban selesai berbelanja, lalu “mengendalikan dia di dalam kompleks, langsung paksa bawa dengan ambulans”, serta “langsung bawa, jangan biarkan dia pulang”.
Tangkapan layar lain dari percakapan “kelompok proyek”Tangkapan layar kedua menunjukkan bahwa sekitar belasan menit kemudian, orang yang memberi perintah tersebut meneruskan dua foto korban ke grup lain, yang diduga untuk melaporkan situasi kepada “atasan”. Ia menuliskan komentar, “Dilihat dari postur tubuhnya, tingkat kondisi fisiknya tidak akan tinggi,” lalu menambahkan, “Uji kecocokan penolakan DNA sudah lolos.” Ia juga mengatakan, “Sekarang di Universitas Jilin ada penerima hati dan ginjal.”
Anggota lain di grup bertanya, “Apakah kantor polisi wilayah sudah dihubungi?” Orang tersebut menjawab, “Baru saja selesai dihubungi.”
Ada warganet Tiongkok yang bertanya kepada pembocor informasi, “Apakah polisi wilayah (jc) bekerja sama dalam penangkapan orang?” Pembocor tersebut menjawab dengan simbol tanda centang, yang berarti mengiyakan.
Tangkapan layar lain dari percakapan “kelompok proyek”Saat ini, tangkapan layar terkait di Douyin hampir seluruhnya telah dihapus, dan akun Douyin yang membocorkan informasi tersebut juga sudah tidak dapat ditemukan. Namun, riwayat pencarian terkait masih tersisa di platform tersebut.
Berdasarkan isi tangkapan layar tersebut, diduga perempuan korban berhasil dicocokkan sebagai donor organ, kemudian diculik di jalan dan diangkat ke dalam ambulans. Seluruh proses ini juga disebut melibatkan kerja sama kantor polisi wilayah, yang menunjukkan bahwa “kelompok proyek” tersebut memiliki latar belakang resmi.
Dalam percakapan grup disebutkan kata “Jida” (Universitas Jilin), sehingga diduga peristiwa ini terjadi di Kota Changchun, Provinsi Jilin, dan operasi transplantasi organ dilakukan di rumah sakit yang berada di bawah Universitas Jilin.
Menurut laporan Organisasi Internasional untuk Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong (WOIPFG), Rumah Sakit Pertama dan Rumah Sakit Kedua Universitas Jilin keduanya diduga terlibat dalam praktik pengambilan organ hidup dalam skala besar dan telah dimasukkan dalam daftar investigasi.
Hasil penyelidikan WOIPFG selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa setelah PKT mulai menganiaya Falun Gong, rezim tersebut membangun industri transplantasi organ berskala besar dengan mengandalkan pengambilan organ hidup dari praktisi Falun Gong. Sistem “610” PKT, aparat keamanan, kejaksaan, pengadilan, militer, dan sistem medis bekerja sama membangun bank donor manusia hidup yang terhubung secara nasional.
Kini, korban pengambilan organ hidup oleh PKT tidak lagi terbatas pada praktisi Falun Gong. Banyaknya kasus orang hilang di masyarakat luas semakin sering dicurigai terkait dengan rantai industri gelap ini.
Pada Mei 2024, setelah dokter magang Rumah Sakit Kedua Xiangya di Changsha, Provinsi Hunan, bernama Luo Shuaiyu, meninggal akibat jatuh, orang tuanya mempublikasikan sejumlah besar bukti yang ditinggalkan putranya. Mereka menuduh bahwa Luo dibungkam karena melaporkan praktik pengambilan organ hidup skala besar di rumah sakit tersebut.
Bukti-bukti itu termasuk sejumlah dokumen “donasi organ” yang dibuat secara asal-asalan, di mana alamat rumah keluarga seorang “anak perempuan donor organ” justru tercantum sebagai sebuah kantor polisi setempat. Hal ini tampaknya semakin membuktikan bahwa sistem kepolisian PKT terlibat secara mendalam dalam kejahatan pengambilan organ hidup.
Selain itu, dalam tangkapan layar laporan dari Changchun tersebut juga disebutkan praktik “ambulans menculik donor di jalan”, yang diduga telah terjadi berulang kali di Tiongkok daratan.
Pada Juni 2025, beredar video dari Kota Guigang, Guangxi, yang menunjukkan seorang gadis diculik di jalan oleh lima hingga enam pria, diikat di atas tandu, lalu diangkat ke dalam ambulans.
Gadis itu berteriak histeris meminta tolong sambil berteriak, “Saya punya hepatitis B.” Ada laporan daring yang menyebutkan bahwa keesokan harinya gadis tersebut telah dikirim ke rumah duka. Otoritas PKT kemudian melakukan “klarifikasi” untuk menyangkal kejadian tersebut, namun banyak warganet tidak mempercayainya.
Baru-baru ini, video lain yang beredar di internet menunjukkan seorang perempuan di Apartemen Jinxiang, Wenzhou, Provinsi Zhejiang, diculik dari rumahnya pada larut malam oleh beberapa orang berseragam dan diangkat ke dalam ambulans. Perempuan tersebut berteriak histeris, “Saya tidak ingin mati.” Warganet terkejut dan berkomentar, “Sekarang pengambilan organ, langsung menarik orang dari rumah!?” (Hui)
Sumber : NTDTV.com



