Penulis: Agung Jaya Permana
TVRINews, Bandung
Peran Satuan Pengamanan (Satpam) kini tidak lagi terbatas pada tugas konvensional seperti menjaga pintu atau pengamanan fisik. Era digital menuntut satpam menguasai teknologi keamanan modern, termasuk sistem CCTV, alarm digital, panic button, dan komunikasi berbasis teknologi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Binmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Wadi Sa’bani, usai menghadiri peringatan HUT Satpam ke-45 di Kota Bandung, Kamis (8/1/2026). Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi satpam agar selaras dengan perkembangan zaman.
“Satpam tidak hanya berdiri sebagai penjaga buka-tutup pintu. Ini menjadi tantangan bagi seluruh satuan pengamanan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” ujar Kombes Pol Wadi Sa’bani.
Menurut Wadi, digitalisasi harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dan pelatihan satpam di semua jenjang kualifikasi, mulai dari Gada Pratama, Gada Madya, hingga Gada Utama.
Selain kompetensi, isu kesejahteraan satpam juga menjadi sorotan. Wadi menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi kepolisian, asosiasi profesi, badan usaha jasa pengamanan, pemerintah daerah, dan DPRD.
Ketua Umum DPD ABUJAPI Jawa Barat, Rudi Nursoleh, menambahkan bahwa pihaknya tengah mendorong perbaikan kesejahteraan satpam melalui pembahasan skala dan struktur upah.
“Satpam menjaga keamanan dengan jiwanya, sehingga profesi ini harus dihargai dan diperlakukan secara layak,” kata Rudi.
ABUJAPI Jawa Barat berkomitmen berada di garda terdepan dalam mendorong regulasi kesejahteraan satpam dan memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat.
Editor: Redaksi TVRINews





