Jakarta (ANTARA) - TNI AU menjalin kerja sama dengan seluruh sekolah penerbang demi menyiapkan penerbang AU yang andal dan dapat memajukan dunia penerbangan Indonesia.
Ajakan itu diutarakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono dalam acara Ramah Tamah TNI AU bersama Direktur dan Kepala Sekolah Penerbang di Gedung Serbaguna IG Dewanto, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/1).
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Tonny menjelaskan kepada pihak sekolah penerbangan bahwa TNI AU saat ini tengah melaksanakan validasi organisasi yang berjalan beriringan dengan modernisasi alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam).
Masuknya berbagai alpalhankam baru ini menuntut kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif.
Karenanya, dia menilai kerja sama ini perlu dilakukan agar kemampuan dan pengetahuan para penerbang TNI AU semakin terasah dan adaptif.
Dengan demikian, para penerbang TNI AU dipastikan siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia penerbangan.
Sebagai langkah konkret, lanjut Tonny, TNI AU telah melaksanakan pencarian calon penerbang dari lulusan sekolah penerbangan untuk mengikuti pendidikan Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) TNI.
Hingga saat ini, telah tercatat ratusan peminat dan akan mengikuti tahapan seleksi PSDP TNI yang dijadwalkan pada awal Februari 2026.
Dengan adanya upaya ini, Tonny berharap Indonesia akan memiliki para penerbang berkualitas yang dapat memajukan dunia penerbangan tanah air sekaligus menjaga kedaulatan negara.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat TNI AU dan beberapa direktur sekolah penerbangan seperti Direktur PPI Curug, Megi Hudi Helmiadi, Direktur API Banyuwangi Daniel Dewantoro Rumani dan para direktur atau kepala Sekolah penerbangan lainnya.
Ajakan itu diutarakan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono dalam acara Ramah Tamah TNI AU bersama Direktur dan Kepala Sekolah Penerbang di Gedung Serbaguna IG Dewanto, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/1).
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Tonny menjelaskan kepada pihak sekolah penerbangan bahwa TNI AU saat ini tengah melaksanakan validasi organisasi yang berjalan beriringan dengan modernisasi alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam).
Masuknya berbagai alpalhankam baru ini menuntut kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif.
Karenanya, dia menilai kerja sama ini perlu dilakukan agar kemampuan dan pengetahuan para penerbang TNI AU semakin terasah dan adaptif.
Dengan demikian, para penerbang TNI AU dipastikan siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia penerbangan.
Sebagai langkah konkret, lanjut Tonny, TNI AU telah melaksanakan pencarian calon penerbang dari lulusan sekolah penerbangan untuk mengikuti pendidikan Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) TNI.
Hingga saat ini, telah tercatat ratusan peminat dan akan mengikuti tahapan seleksi PSDP TNI yang dijadwalkan pada awal Februari 2026.
Dengan adanya upaya ini, Tonny berharap Indonesia akan memiliki para penerbang berkualitas yang dapat memajukan dunia penerbangan tanah air sekaligus menjaga kedaulatan negara.
Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat TNI AU dan beberapa direktur sekolah penerbangan seperti Direktur PPI Curug, Megi Hudi Helmiadi, Direktur API Banyuwangi Daniel Dewantoro Rumani dan para direktur atau kepala Sekolah penerbangan lainnya.





