OJK Ingatkan Dampak Menengah-Panjang Konflik AS-Venezuela pada Pasar Keuangan

mediaindonesia.com
22 jam lalu
Cover Berita

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan para pelaku pasar keuangan turut mencermati dampak konflik Amerika Serikat dan Venezuela terhadap stabilitas pasar keuangan global. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan dampak jangka pendek dari gejolak tersebut sampai saat ini memang belum dirasakan langsung oleh Indonesia.

“Dari kemungkinan pengaruh dari produksi dan harga minyak dunia, maupun dari segi harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia belum terlihat sama sekali dampak langsung,” kata Mahendra dalam konferensi pers RDK Bulanan Desember 2025 secara daring, Jumat (9/1).

Namun, lanjutnya, perkembangan dan risikonya kepada perekonomian dan sektor jasa keuangan perlu dicermati dalam jangka menengah dan panjang.

Menurutnya, sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dan keuangan global.

Yang membuat situasinya makin sulit, kata Mahendra, pelanggaran kedaulatan dan wilayah suatu negara oleh negara lain itu dilakukan tanpa sanksi yang setimpal. Peristiwa demikian disebut makin kerap dilakukan belakangan ini.

“Setelah Ukraina oleh Rusia, Palestina atau Gaza oleh Israel, kini Venezuela oleh Amerika Serikat. Tentu preseden-preseden ini menimbulkan kekhawatiran ke depan untuk hal-hal serupa,” ungkapnya.

“Karena ternyata bisa dilakukan tanpa konsekuensi yang memberatkan secara riil pada negara yang melakukan pelanggaran itu. Juga termasuk kemungkinannya di kawasan kita,” imbuhnya.

Dalam kaitan itu, OJK mencermati betul risiko dari peningkatan tensi dan ketidakpastian stabilitas politik global.

Situasi di atas, lanjut Mahendra, menjadi semakin sulit karena sebelum terjadi serangan AS ke Venezuela saja, berbagai lembaga multilateral dan internasional sudah memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 tidak mencapai 3%. Hal itu berarti tingkat pertumbuhan terendah pascapandemi covid-19.

“Kami meminta semua lembaga jasa keuangan untuk mencermati dan melakukan pemantauan yang intensif terhadap risiko-risiko ini, baik risiko pasarnya, risiko likuditas, dan risiko kredit pembiayaan,” papar Mahendra.

“Jadi singkatnya dalam jangka pendek belum terlihat dan terasa secara langsung dalam jangka menengah panjang harus kita waspadai terus,” pungkasnya. (H-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bisa Atasi Punuk Leher? Ini Penjelasan Dokter
• 2 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Pencarian Korban Bencana di Sumut-Sumbar Dihentikan, Ratusan Orang Masih Hilang
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Heboh Sumur Warga di Bangkalan Keluarkan Cairan Diduga Minyak Mentah
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Amien Rais Soroti KUHP Baru, Prabowo Disebut Bisa Berubah Jadi Autokrat
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Usai Gagal Berumah Tangga, Catherine Wilson Pilih Bangkit dan Belajar
• 13 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.