Usai Gagal Berumah Tangga, Catherine Wilson Pilih Bangkit dan Belajar

eranasional.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Aktris Catherine Wilson menegaskan bahwa pengalaman pahit dalam rumah tangga tidak membuatnya kapok ataupun trauma. Meski kini menyandang status janda setelah resmi bercerai dari Idham Masse pada 2024 lalu, Catherine memilih memandang kegagalan pernikahan sebagai bagian dari proses pendewasaan hidup.

Perempuan berusia 44 tahun itu mengaku menjalani hari-harinya dengan lebih tenang dan realistis. Baginya, setiap orang pasti pernah mengalami fase jatuh bangun dalam kehidupan, termasuk dalam urusan asmara dan pernikahan.

“Kalau trauma sih enggak ya. Dalam kehidupan kan memang pasti ada naik turun, ada jatuh bangun, ada kegagalan,” ujar Catherine Wilson saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/1).

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Catherine justru memilih menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran berharga. Ia percaya bahwa setiap kegagalan membawa pesan penting untuk memperbaiki diri dan melangkah ke depan dengan lebih bijak.

“Pastinya belajar saja dari kegagalan yang sebelumnya. Terus berdoa, berikhtiar, semoga ke depannya bisa jadi lebih baik lagi dan enggak gagal lagi,” tuturnya.

Sikap tersebut mencerminkan kedewasaan Catherine dalam menyikapi perjalanan hidupnya. Ia tak menutup mata bahwa pernikahan yang kandas meninggalkan luka, namun ia memilih tidak menjadikannya beban emosional berkepanjangan.

Ketika disinggung mengenai kehidupan asmaranya saat ini, Catherine Wilson enggan berbicara terlalu jauh. Ia memilih menyimpan rapat-rapat urusan pribadi, termasuk apakah sudah ada pria yang dekat dengannya atau belum.

Meski demikian, Catherine tak keberatan membagikan pandangannya tentang sosok pasangan yang ia harapkan kelak. Menurutnya, kriteria pasangan hidup tidak perlu muluk-muluk.

“Kriterianya apa ya? Semoga yang pasti sih tanggung jawab, terus yang saling support,” ucapnya.

Bagi Catherine, hubungan yang sehat adalah hubungan yang dibangun atas dasar saling mendukung, bukan saling menekan.

“Maksudnya aku support dia, dia support aku begitu,” lanjutnya.

Catherine juga mengaku tidak terlalu mempersoalkan usia calon pasangan. Ia menilai bahwa kedewasaan seseorang tidak selalu ditentukan oleh angka usia semata.

“Kayaknya kalau umur enggak jadi masalah ya. Yang penting kedewasaannya,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Catherine kini lebih memprioritaskan kualitas hubungan dibanding faktor-faktor lahiriah. Ia ingin membangun relasi yang sehat secara emosional, komunikatif, dan saling menghargai.

Soal latar belakang pasangan, Catherine juga bersikap terbuka. Ia tidak menetapkan syarat apakah calon pasangannya harus berasal dari dunia hiburan, pengusaha, atau profesi tertentu.

“Kalangan mana saja. Kalau misalnya satu profesi dan cocok, ya oke-oke saja,” ucap pemain film Cinta Silver tersebut.

Baginya, kecocokan dan nilai-nilai hidup jauh lebih penting dibanding status sosial atau pekerjaan.

“Doain saja ya teman-teman,” tambahnya sambil tersenyum.

Saat ini, Catherine mengaku lebih fokus menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan rasa syukur. Ia menikmati pekerjaannya di dunia hiburan, sekaligus berusaha menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier.

Pengalaman masa lalu membuatnya lebih selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan hubungan jangka panjang. Namun, ia menegaskan tidak menutup pintu terhadap kemungkinan membangun rumah tangga kembali.

“Yang penting sekarang aku bahagia, sehat, dan bisa menjalani hidup dengan tenang,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, Catherine juga menyampaikan pesan bagi perempuan lain yang pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan. Menurutnya, kegagalan bukan akhir segalanya.

“Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Hidup itu proses belajar,” katanya.

Ia percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, baik dalam cinta maupun dalam kehidupan secara umum.

Dengan sikap yang lebih dewasa dan realistis, Catherine Wilson kini melangkah ke depan tanpa trauma, membawa pelajaran dari masa lalu sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketika Swasembada Pangan Tak Lagi Bisa Ditunda
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
HUT Ke-53 PDIP Digelar di Ancol, Sekjen: Rakernas Bahas Sikap Politik hingga Geopolitik
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Mantan Menteri Agama Tersangka Korupsi Kuota Haji, Gus Yahya: PBNU Tidak Terlibat
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Maksimalkan Hak Siar Piala Dunia, Menko PM Dorong TVRI Perkuat Ekonomi Rakyat
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo: MBG Jadi Jawaban Negara Atas Masalah Gizi Anak Indonesia
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.