Kim Ju-ae kembali dirumorkan akan menjadi penerus “takhta” kepemimpinan Korea Utara, Ladies. Ya, anak perempuan pemimpin Korut, Kim Jong-un ini dianggap sebagai calon kuat pewaris jabatan sang ayah. Spekulasi ini mencuat usai kegiatan yang dijalani Ju-ae di awal 2026.
Pada Kamis (1/1), Kim Ju-ae bersama ayah dan ibunya, Ri Sol-ju, mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang. Ini merupakan mausoleum atau makam dua pemimpin Korea Utara sebelumnya, yaitu Kim Il-sung dan Kim Jong-il.
Di sana, Kim Ju-ae memberikan penghormatan kepada mendiang, yang merupakan kakek dan buyutnya. Ini juga menjadi kali pertama Kim Ju-ae berziarah ke mausoleum tersebut secara publik. Di momen tersebut, remaja perempuan itu mengenakan busana formal berupa setelan blus dan rok lurus cokelat, lengkap dengan bros di bagian kerah.
Ziarah publik Kim Ju-ae ini dianggap memiliki signifikansi tersendiri, Ladies. Sejumlah ahli menjelaskan bahwa kehadiran Ju-ae serta posisi berdirinya, yaitu di tengah-tengah Kim Jong-un dan Ri Sol-ju, bertujuan untuk menyorot statusnya sebagai calon penerus garis darah Paektu (dinasti keluarga penguasa Korut).
“Penghormatan Kim Ju-ae (di mausoleum) memberi sinyal bahwa Korea Utara kemungkinan besar akan menguji peran politik Kim Ju-ae sesegera mungkin, dimulai di 2026,” jelas profesor di Institute for Far Eastern Studies di Kyungnam University, Lim Eu-chul, dikutip dari The Korea Times.
Menurut Wakil Kepala Sejong Institute Korea Selatan, Cheong Seong Chang, Kim Ju-ae diduga akan diberikan posisi penting di Partai Buruh, partai berkuasa di Korut. Usia Ju-ae saat ini diperkirakan masih 12–13 tahun.
Dalam tiga tahun terakhir, Kim Ju-ae cukup sering tampil di publik. Dia pertama kali muncul pada November 2022, saat Kim Jong-un mengunjungi lokasi peluncuran rudal antarbenua Hwasong-17 di Korut. Sejak saat itu, Kim Ju-ae semakin sering hadir mendampingi ayahnya ke berbagai acara penting, seperti kunjungan ke lokasi-lokasi militer dan ekonomi yang strategis.
Pada akhir 2025, dia juga ikut Kim Jong-un melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan kapal selam tenaga nuklir serta upacara pembukaan pabrik-pabrik lokal Korut.
Meski simbolisme kehadiran dan posisi Kim Ju-ae cukup signifikan, ahli lainnya berpendapat, remaja perempuan itu hadir sebagai penguatan citra “keluarga bahagia” yang ingin ditampilkan oleh pemerintah. Sebab, di acara tersebut, istri Kim Jong-un turut hadir. Pemaknaannya akan berbeda jika Ri Sol-ju tak hadir.
“Jika hanya Ju-ae yang mendampingi ayahnya, kehadiran itu bisa dilihat dalam perspektif berbeda. Namun, mengingat istri Kim Jong-un, Ri, juga hadir di lokasi, ini sangat menyorot citra keluarga,” jelas peneliti senior di Korea Institute for National Unification, Hong Min.
Kim Ju-ae merupakan anak perempuan Kim Jong-un dan Ri Sol-ju yang diyakini lahir pada 2013. Hingga saat ini, belum diketahu pasti siapa nama asli Kim Ju-ae, mengingat media negara Korut dan badan intelijen Korea Selatan belum mengonfirmasi kebenarannya. Nama “Ju-ae” digunakan usai pebasket Amerika Serikat, Dennis Rodman, menyebut nama ini setelah berkunjung ke Korut pada 2013.
Media negara Korut kini menggunakan panggilan “anak perempuan terhormat” untuk merujuk Kim Ju-ae di pemberitaan. Sebelumnya, mereka menggunakan panggilan “anak perempuan tercinta”. Perubahan julukan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Kim Jong-un tengah mempersiapkan Ju-ae untuk menjadi penerusnya.



