Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan hingga ke titik-titik masyarakat yang jauh dari posko.
“Mayoritas logistik dikirim melalui jalur darat, namun jalur udara tetap digunakan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil,” ungkapnya melalui laman akun YouTube BNPB Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026.
Hingga saat ini, lanjutnya bantuan yang telah dikirim tercatat mencapai 19 ton untuk Aceh, 31,3 ton untuk Sumatera Utara, dan 3,4 ton untuk Sumatera Barat.
“Logistik kita upayakan sampai ke masyarakat yang paling terdampak, baik melalui jalur darat maupun udara. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan pokok dan hunian sementara segera tersedia,” ujarnya.
Selain logistik, BNPB juga memantau progres pembangunan hunian sementara (Huntara). Saat ini, sekitar 2.500 unit rumah sementara sedang dibangun untuk warga terdampak.
Untuk meringankan beban korban, Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan per keluarga telah disalurkan kepada 1.114 keluarga dari total 6.190 rekening yang telah disiapkan.
“Dana tunggu hunian ini diberikan agar keluarga korban dapat bertahan sambil menunggu rumah mereka dibangun. Kami berkomitmen membantu sampai mereka kembali menempati rumahnya,” pungkasnya
Editor: Redaktur TVRINews




