Dindik Jatim Evaluasi Hasil TKA, Susun Pemetaan untuk Peningkatan Pembelajaran

suarasurabaya.net
13 jam lalu
Cover Berita

Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menempatkan Jatim di peringkat kelima nasional.

Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengatakan, penilaian hasil TKA bukan untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan sebagai dasar evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan, sehingga bisa mengidentifikasi potensi serta aspek pembelajaran yang perlu ditingkatkan.

“Untuk memetakan potensi-potensi dari hasil TKA ini, mana saja yang harus mereka upgrade dengan proses pembelajaran yang disiapkan oleh guru-guru mereka,” katanya, Jumat (9/1/2026).

Dengan evaluasi, kata Aries, seluruh stakeholder bisa bersama-sama melakukan perbaikan, termasuk mengubah cara belajar dan cara mendidik murid agar hasilnya lebih maksimal.

Ia juga menjelaskan bahwa TKA tidak bisa disamakan dengan seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBP atau SNBT, karena penilaian TKA merupakan akumulasi capaian seluruh siswa dari berbagai sekolah yang kemudian diakumulasikan rata-rata secara nasional.

Menurutnya, perbedaan capaian nilai antarwilayah di Jatim menjadi salah satu hal yang memengaruhi posisi provinsi secara nasional. Meski demikian, Dindik Jatim menilai banyak sekolah di sejumlah daerah mencatatkan hasil yang tinggi.

“Kalau kita melihat di berbagai sekolah, itu mereka rata-rata tinggi. Jadi kayak di Malang itu tinggi, Surabaya juga tinggi, ada beberapa wilayah. Tapi memang ada beberapa yang agak rendah. Nah, ini mengartikan bahwa anak-anak kita sebenarnya sudah siap, kalau dihitung secara akumulatif, tidak dihitung secara real semuanya,” ucapanya.

Aries mengatakan bahwa Dindik Jatim telah melakukan rapat koordinasi bersama jajaran pejabat Dindik pada 5 Januari lalu, termasuk membahas pemetaan hasil TKA untuk merumuskan langkah perbaikan ke depan.

Pihaknya berharap, pemataan yang dilakukan itu bisa meningkatkan hasil TKA di Jatim pada tahun 2026 ini.

“Dan Alhamdulillah, tahun 2026 ini kami optimistis karena kami punya tema pendidikan berdampak. Jadi, tidak ada langkah pejabat ataupun di dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, yang tidak berdampak pada proses pendidikan itu,” pungkasnya.(ris/wld/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bulog Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Ramadan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Tarif Listrik PLN per kWh 11-18 Januari 2026 Semua Golongan Non Subsidi dan Subsidi
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Kembali Tembus Rp2,6 Juta per Gram
• 38 menit lalumedcom.id
thumb
Raja yang Kehilangan Jari
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Bukan Sekadar Tren, Pakar UB Apresiasi Gerakan Siap Darling
• 13 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.