Kawasan Kompleks Industri Lamicitra di Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, diterjang banjir hebat pada Jumat dini hari, 9 Januari 2026. Bencana ini dipicu oleh jebolnya tanggul kolam retensi milik Pelindo sepanjang 30 meter yang tak mampu menahan debit air.
Akibatnya sejumlah perusahaan garmen yang beroperasi di kawasan tersebut terendam air dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter, yang mengakibatkan aktivitas produksi lumpuh total.
Berdasarkan data dari BPBD Kota Semarang, banjir mulai menggenangi jalanan dan area pabrik sejak dini hari. Kondisi ini mengganggu aktivitas ribuan karyawan yang hendak berangkat bekerja pada sif pagi.
Baca juga: Banjir Kepung Demak, Sungai Dangkal dan Pintu Air Jebol jadi Penyebab
Meskipun wilayah tersebut terendam banjir cukup dalam, beberapa perusahaan sempat mewajibkan karyawannya untuk tetap masuk. Untuk mencapai lokasi kerja yang terkepung air, sebagian karyawan harus dievakuasi menggunakan truk besar dan perahu karet milik petugas.
Di lapangan, terlihat banyak karyawan yang akhirnya tertahan di depan gerbang kawasan industri. Beberapa perusahaan memutuskan untuk meliburkan karyawannya karena air telah masuk ke dalam gedung pabrik dan merendam peralatan produksi.
"Pekerjaan ya ditunda. Karyawan yang lainnya tadi disuruh pulang sama misternya (atasan) karena kebanjiran," ujar karyawan pabrik, Sulistyo.



