Pemerintah berencana membuka kembali lelang sejumlah wilayah kerja panas bumi (WKP) pada Januari, termasuk proyek yang sebelumnya belum diminati pelaku usaha pada 2025.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan keputusan ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Ia menyebutkan, lelang akan mencakup WKP Songgoriti yang sebelumnya belum menarik minat investor, WKP Ungaran yang penugasannya dicabut dari PLN, serta WKP Telaga Ranau.
“Terus, karena tahun lalu harusnya akhir tahun bisa tiga (lelang yang diumumkan), tetapi dokumennya kan banyak ini, ternyata harus mundur ke Januari lah,” kata Eniya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (9/1).
Selain itu, Eniya juga menyatakan terdapat satu proyek panas bumi dengan skema penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) yang sebelumnya belum berjalan karena kurang diminati, sehingga akan kembali ditawarkan.
“Terus PSPE lagi. PSPE ada kemarin yang belum naik juga. Ada yang enggak diminati gitu, nanti kita buka lagi kayak gitu lah,” sebut Eniya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan seluruh proses lelang akan dilaksanakan secara terbuka dan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pemerintah telah mereformasi regulasi terkait panas bumi sehingga memberikan kepastian hukum dan mempercepat investasi.
Berdasarkan data paparan yang ditunjukkan Bahlil, berikut 3 WKP dan 7 PSPE panas bumi yang siap ditawarkan kepada investor.
Tiga WKP Panas Bumi1. Telaga Ranau, Maluku Utara dengan kapasitas 40 MW
2. Songgoriti, Jawa Timur dengan kapasitas 40 MW
3. Danau Ranau Lampung, Sumatera Selatan dengan kapasitas 40 MW
Tujuh PSPE Panas Bumi1. Bandar Barusepa, Maluku dengan kapasitas 25-40 MW
2. Jenawi, Jawa Tengah dengan kapasitas 86 MW (tahap awal sekitar 55 MW)
3. Gunung Tampomas, Jawa Barat dengan kapasitas 30 MW
4. Kadida, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 40 MW
5. Cubudak-Panti, Sumatera Barat dengan kapasitas 40 MW
6. Cisurupan Kertasari, Jawa Barat dengan kapasitas 20 MW
7. Tuang, Sulawesi Selatan dengan kapasitas 20 MW




