Bulog Jamin Ketersediaan Pangan di Daerah Bencana Jelang Ramadan

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers di kantor pusat BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak bencana tetap aman menjelang Ramadan, khususnya di Provinsi Aceh. Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras, minyak goreng, maupun gula.

"Jadi hampir di seluruh kabupaten di Aceh kami memiliki gudang, dan di masing-masing gudang ini stoknya cukup banyak. Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana tidak perlu bimbang dan ragu. Apalagi ini mau menghadapi Ramadan," kata Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).


Ia menyampaikan, Bulog siap mendukung penuh kebutuhan logistik di daerah bencana.

"Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak juga banyak dan insya Allah gula juga banyak. Jadi kami yakinkan Bulog akan mendukung sepenuhnya untuk kebutuhan-kebutuhan logistik yang ada di daerah bencana, khususnya di Aceh," sambungnya.

Pilihan Redaksi
  • Dorong Program Kesejahteraan Hari Tua, Anak Usaha BNI Gandeng BULOG
  • Bulog Beberkan Stok Beras di Sumatra, Kasih Jaminan

Untuk wilayah Aceh, Rizal memaparkan, Bulog memiliki 15 gudang yang tersebar hampir di seluruh kabupaten dengan kondisi stok memadai. Total cadangan beras pemerintah (CBP) di Aceh mencapai 64.889 ton, didukung stok minyak goreng sebesar 307.220 kiloliter. Dari jumlah tersebut, cadangan beras bencana alam yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 12.561 ton, ditambah cadangan beras daerah sebanyak 154 ton.

Adapun atas permintaan Gubernur Aceh, Bulog juga menyalurkan tambahan 5.000 ton beras yang kini telah terdistribusi ke seluruh kabupaten dan kota. Selain itu, bantuan pangan beras sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan ke Aceh mencapai 8.922 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 1.784 kiloliter. Penyaluran awal diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir, seperti Bener Meriah dan Takengon, kemudian dilanjutkan ke Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya.

Di Sumatra Utara, Bulog mengoperasikan sekitar 19 titik gudang dengan stok yang dinilai cukup. Per 8 Januari 2026, cadangan beras di wilayah ini tercatat sebesar 17.904 ton, sementara stok minyak goreng mencapai sekitar 284.588 kiloliter.

Bantuan beras pemerintah untuk bencana alam yang telah terdistribusi mencapai 5.098 ton, ditambah bantuan dari pemerintah daerah sekitar 57 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat tercatat sebesar 15.211 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 3.042 ton. Proses penyaluran di wilayah ini dinilai relatif lancar karena dampak bencana tidak seberat di Aceh.

Sementara di Sumatra Barat, Bulog memiliki hampir 12 gudang dengan kondisi stok yang hampir penuh. Hingga 8 Januari 2026, stok beras tercatat sebesar 5.508 ton, dengan tambahan sekitar 30.000 ton dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Padang. Stok minyak goreng tersedia sebanyak 15.928 kiloliter.

Bantuan beras bencana alam yang telah disalurkan mencapai 1.069 ton, ditambah bantuan antardaerah sebesar 160 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat mencapai 6.795 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 1.359 kiloliter. Penanganan bencana di Sumatra Barat juga dinilai berjalan cepat, dan fase tanggap darurat telah selesai berkat sinergi berbagai pihak.

Tak hanya di lokasi bencana, Rizal mengatakan pihaknya turut memastikan kesiapan stok cadangan beras secara nasional untuk menghadapi momentum besar ke depan.

"Jadi total stok beras bulog di tanah air adalah 3.351.900 ton," ungkap Rizal.

Ia menjelaskan, stok tersebut disiapkan untuk menghadapi sejumlah periode penting dalam waktu dekat, seperti Imlek, Ramadan, serta Idul Fitri.

"Kesiapan stok ini untuk menghadapi, pertama adalah Imlek dalam waktu dekat. Kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah dengan stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian), kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton," jelasnya.

"Jadi kalau nambah 4 juta ton (beras), ditambah 3 juta ton (carry over dari tahun 2025) ya hampir 7 juta ton lebih nanti stok kami." pungkas Rizal.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: 21 Tahun yang Lalu, 130 Ribu Orang Tewas di Aceh Akibat Tsunami

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jelang Persib vs Persija: Rizky Ridho Janji Mati-matian Berjuang dan takkan Main-main di Bandung
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Pertamina: Pengendara Beli BBM Tak Terisi di SPBU Senayan Kelalaian Operator
• 4 jam lalukompas.com
thumb
PAM Jaya Perluas Layanan Air Bersih ke Timur dan Selatan Jakarta, Target 90 Persen Cakupan pada 2026
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Pastikan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Ini Alasannya
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Yaqut Cholil Jadi Tersangka, Begini Respons Penasihat Hukumnya
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.