JAKARTA, KOMPAS.TV – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Relawan Jokowi (Rejo) M Rahmad menyatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membuka ruang maaf bagi para tersangka kasus tudingan ijazah palsu, kecuali tiga orang.
“Pak Jokowi kan membuka ruang kecuali untuk tiga orang itu. Membuka ruang untuk minta maaf,” kata Rahmad dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Jumat (9/1/2026), tanpa menyebut siapa tiga orang tersebut.
Hal itu disampaikan setelah dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu yaitu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (8/1/2026).
Saat ditanya apakah pihaknya akan membangun komunikasi juga dengan para tersangka lain, Rahmad mengatakan siap memfasilitasi pertemuan dengan Jokowi.
Baca Juga: Eggi Sudjana Bertemu Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs Sebut Tidak Ada Kaitan dengan Kliennya
“Bila sahabat-sahabat yang lain berkenan untuk difasilitasi, kami siap untuk mempertemukan dengan Bapak Joko Widodo di Solo,” katanya.
Ia juga menyampaikan pandangannya terkait keaslian ijazah dengan mencontohkan dirinya sendiri. Rahmad mengatakan dirinya merupakan alumni Universitas Trisakti.
“Saya tamatan Trisakti, ijazah saya dikeluarkan oleh Trisakti, dan Trisakti mengakui ijazah saya asli. Saya tidak perlu bukti pengadilan kan untuk membuktikan ijazah saya asli. Lalu kenapa ijazah Pak Jokowi harus bukti pengadilan?” kata dia.
“Ketika kampus mengatakan itu asli, polisi mengatakan asli, ya selesai. Kenapa harus berbeda dengan ijazah saya yang nggak perlu bukti pengadilan, begitu lho.”
Saat kembali ditanya apakah Rejo akan membuka ruang komunikasi dengan Roy Suryo cs, ia menegaskan Jokowi menutup pintu maaf untuk tiga orang.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- relawan jokowi
- eggi sudjana
- damai hari lubis
- ijazah jokowi
- roy suryo
- jokowi




