MerahPutih.com - Stok beras dan minyak goreng di Aceh berada dalam kondisi aman dan mencukupi jelang Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Hal tersebut dikatakan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers, Jumat (9/1).
Pasokan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana, menjelang bulan Ramadan.
Kepastian tersebut disampaikan Ahmad setelah meninjau data persediaan beras dan minyak goreng di 15 gudang Bulog yang tersebar di Aceh.
Baca juga:
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Berdasarkan catatan per Jumat (9/1), stok beras di gudang-gudang tersebut mencapai 64.889 ton, sementara persediaan minyak goreng tercatat sebesar 307.220 liter.
"Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi menjelang Ramadan. Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak goreng juga banyak," ujar Ahmad.
Selain di Aceh, ia juga memastikan keamanan persediaan beras dan minyak goreng di wilayah terdampak bencana lainnya.
Sementara di Sumatra Utara, contohnya, ia menerangkan bahwa stok beras dan minyak goreng masing-masing tercatat sebesar 17.904 ton dan dan 284.588 liter.
Baca juga:
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Sedangkan di Sumatra Barat, persediaan beras dan minyak goreng masing-masing mencapai 5.508 ton dan 15.928 liter.
Tak hanya di provinsi terdampak bencana, ia juga memastikan bahwa stok beras nasional juga tetap aman menjelang hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Idulfitri.
Sebab menurutnya, cadangan beras pemerintah saat ini sebesar 3,35 juta ton sangat cukup untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang umumnya terjadi pada periode tersebut.
"Jadi total stok beras Bulog di tanah air adalah 3,35 juta ton, dan kesiapan stok ini untuk menghadapi, Imlek dalam waktu dekat, kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah stok ini akan terus bertambah," tutupnya. (Asp)





