Jakarta: Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI membantu membersihkan akses jalan Desa Makoa setelah banjir bandang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut). Bantuan tersebut diapresiasi.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran Bakamla RI," kata Kepala Desa/Kapitalau Kampung Makoa, Kecamatan Siau Siau Barat Selatan Husein Lerah, dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026.
Husein mengatakan upaya pembersihan material longsor yang menutupi ruas jalan tersebut berlangsung selama lima hari. Menurut dia, keberadaan personel Bakamla sangat membantu.
Ia menjelaskan terdapat dua titik longsor di jalur utama Sawang–Makoa dengan volume material yang cukup banyak. Sehingga proses pembersihan membutuhkan tenaga tambahan dan waktu yang tidak singkat.
Baca Juga :
Dua Korban Banjir Bandang Kepulauan Sitaro Masih Dalam PencarianMenurut Husein, terputusnya akses jalan akibat longsor berdampak pada aktivitas masyarakat. Terutama distribusi bahan kebutuhan pokok dan mobilitas warga antar-wilayah.
Kondisi salah satu wilayah terdampak bencana longsor di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. Foto: Antara/HO-Basarnas.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Kampung Makoa, kami menyampaikan terima kasih kepada Bakamla RI atas kepedulian dan keterlibatan secara langsung di lapangan,” ujar Husein.
Bakamla juga mendistribusikan bahan kebutuhan pokok dan personel di Kabupaten Kepulauan Sitaro menggunakan KN Singa Laut. Hal itu dilakukan untuk membantu pemulihan setelah terjadi banjir bandang pada Senin dini hari, 5 Januari 2026.
KN Singa laut juga membantu mengevakuasi lima warga Siau yang mengalami cedera. Mereka dibawa ke rumah sakit di Kota Manado untuk mendapatkan perawatan lanjutan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5430007/original/066851700_1764649362-8.jpg)