Internet dan Telepon di Iran Diputus Saat Aksi Protes Meledak Menjawab Seruan Pangeran Pengasingan

erabaru.net
19 jam lalu
Cover Berita

Reza Pahlavi, putra shah yang digulingkan pada 1979 menyerukan rakyat Iran untuk bangkit dan turun ke jalan melalui unggahan di X.

EtIndonesia. Pemadaman internet dan jaringan telepon dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Iran pada 8 Januari, ketika gelombang protes terus meluas setelah seruan dari pangeran Iran yang hidup di pengasingan. Selama beberapa hari terakhir, demonstrasi meletus di seluruh negeri—awalnya dipicu krisis ekonomi. 

Namun kini, aksi protes berkembang menjadi tuntutan terbuka untuk menggulingkan rezim yang dipimpin Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Reza Pahlavi, putra shah yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, kembali menyerukan eskalasi perlawanan melalui video yang ia unggah di X pada 7 Januari.

“Saudara-saudari sebangsaku, hari ini, 7 Januari, kehadiran kalian di seluruh Iran belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah deklarasi kesiapan untuk rencana esok hari,” kata Pahlavi dalam video tersebut.

“Kami menerima laporan bahwa rezim sangat ketakutan dan sekali lagi berusaha memutus internet. Ketahuilah, komunikasi kita tidak akan bisa mereka lumpuhkan—baik melalui ratusan ribu perangkat Starlink di Iran, maupun melalui jaringan televisi Iran International dan Manoto.”

Pahlavi menegaskan bahwa rencana tersebut akan “memaku satu paku lagi ke peti mati rezim ini.”

Reza Pahlavi, putra shah terakhir Iran, menggelar konferensi pers di Paris pada 23 Juni 2025. Joel Saget/AFP via Getty Images

Dalam unggahan lanjutan pada 9 Januari, ia menulis:

“Saya bangga kepada setiap dari kalian yang turun ke jalan di seluruh Iran pada Kamis malam.”
Ia menyerukan agar mereka yang belum ikut bergabung segera turun ke jalan pada 9 Januari.

Sementara itu, media pemerintah Iran mengklaim bahwa kota-kota di seluruh negeri dalam keadaan “tenang,” menurut laporan IranWire.

Pada 9 Januari, Khamenei menuduh para demonstran bertindak atas perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan menyatakan bahwa para perusuh telah merusak fasilitas publik. Ia memperingatkan bahwa Teheran tidak akan mentoleransi siapa pun yang bertindak sebagai “tentara bayaran asing.”

“Tadi malam di Teheran, sekelompok perusuh dan vandalis merusak sebuah bangunan milik negara—milik rakyat sendiri—hanya demi menyenangkan hati Presiden Amerika Serikat,” ujar Khamenei, seraya menyindir Trump: “Urus saja negerimu sendiri.”

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan turun tangan bila Iran menggunakan kekerasan mematikan terhadap para demonstran.

“Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya, saya pikir mereka akan dihantam sangat keras oleh Amerika Serikat,” kata Trump pada 4 Januari.

Gelombang protes saat ini—yang merupakan yang terbesar dalam tiga tahun terakhir—dimulai bulan lalu di Grand Bazaar Teheran, ketika para pedagang mengecam kejatuhan bebas nilai rial, mata uang Iran.

Namun, skalanya belum menyamai demonstrasi besar 2022 terkait hak-hak perempuan yang meletus setelah kematian Mahsa Amini, perempuan Kurdi yang tewas dalam tahanan.

Dalam pernyataan 8 Januari, Amnesty International menuduh rezim Iran melancarkan “penumpasan mematikan terhadap para demonstran di seluruh negeri” sejak Desember, serta melakukan “penggunaan kekuatan dan senjata api secara melawan hukum serta penangkapan massal sewenang-wenang.”

Pasukan keamanan—termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan kepolisian Iran (FARAJA)—disebut menggunakan senapan, senapan tabur berpeluru logam, meriam air, gas air mata, serta pemukulan untuk membubarkan, mengintimidasi, dan menghukum para demonstran yang sebagian besar bersifat damai.

Lembaga HAM berbasis di AS, HRANA, mencatat korban tewas telah mencapai 42 orang, termasuk 5 anak di bawah 18 tahun, serta 8 personel keamanan. Lebih dari 2.277 orang dilaporkan telah ditangkap hingga 8 Januari.

Reuters berkontribusi dalam laporan ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OTT di Jakut, KPK Sita Sejumlah Uang
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinopsis Film Anime 5 Centimeters Per Second, Akan Rilis di Bioskop Indonesia!
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Trump Blak-blakan soal Rencana Serangan Kedua ke Venezuela
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Masih Ada Harapan Persebaya Surabaya Wujudkan Duet Gustavo Fernandes dan Bek PSM Yuran Fernandes?
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Korut Geram Tuding Korsel Terbangkan Drone Pengintai
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.