Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah fokus pada pemulihan pendidikan dan sosial-keagamaan pascabencana Sumatera, termasuk perbaikan sarana sekolah.
IDXChannel - Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah fokus pada pemulihan pendidikan dan sosial-keagamaan pascabencana Sumatera, termasuk perbaikan sarana sekolah dan rumah ibadah.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat menggelar koordinasi awal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pada sektor ekonomi, pemerintah mendorong percepatan pemulihan dari sisi pasokan dan permintaan, antara lain melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, serta penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli dan likuiditas masyarakat di wilayah terdampak.
“Koordinasi awal ini difokuskan pada percepatan pendataan sebagai dasar perencanaan pemulihan lintas sektor. Prioritas penanganan mencakup pemulihan infrastruktur, pembangunan hunian masyarakat terdampak, pemulihan ekonomi lokal, serta pemulihan pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial keagamaan,” ujar Pratikno.
Berdasarkan pemantauan pemerintah, kondisi wilayah terdampak bencana masih bervariasi. Sejumlah kabupaten masih berada pada tahap tanggap darurat. Sementara itu, mayoritas daerah telah memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Kondisi ini menuntut penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan
perkembangan di masing-masing wilayah.
Selain pemulihan jangka pendek, pemerintah menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi diarahkan untuk membangun daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.
“Kita tidak hanya memulihkan, tetapi membangun daerah menjadi lebih baik dan lebih tangguh,” kata Pratikno.
Dalam kerangka kebijakan, pemerintah juga menyiapkan penguatan tata kelola penanganan bencana melalui pembagian peran yang lebih jelas. BNPB tetap difokuskan pada penguatan fase tanggap darurat, sementara Satgas diarahkan untuk memimpin fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Untuk mendukung pengambilan keputusan, Satgas didorong memiliki data tunggal berbasis dashboard yang presisi dan terintegrasi.
Pemulihan sektoral menjadi perhatian penting, khususnya layanan kesehatan guna mencegah potensi penyakit menular pascabanjir.
(kunthi fahmar sandy)





