JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta 5.000 personel tambahan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polri dan 10.000 personel TNI untuk membersihkan lumpur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Menurutnya, pembersihan lumpur perlu dipercepat, utamanya di sungai dan daratan. Area ini juga termasuk gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain.
"Saya minta Pak Kapolri, saya sampaikan mohon dukungan Satgas DPR. Paling nggak 5.000 lah. Nanti daerahnya dimana kita lihat nanti, petanya," kata Tito dalam rapat koordinasi, dikutip dari tayangan langsung TVR Parlemen, Sabtu (10/1/2026).
Baca juga: TNI AD Rampung Bangun 17 Jembatan Bailey Usai Banjir Sumatera
"Dan kemudian saya sampaikan juga kepada Pak Maruli (Kepala Staf Angkatan Darat), kira-kira bisa nggak 10.000. Karena kalau cuma 1.000 aja tenggelam," imbuh Tito.
Tito mengungkapkan, permintaan ini sudah disampaikannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat retreat di Hambalang, Bogor, pekan ini.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Tito Karnavian, Mendagri, penanganan bencana, Penanganan Bencana Sumatera, pemulihan pascabencana Sumatera&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMC8xNTEzMDg0MS9tZW5kYWdyaS1taW50YS10YW1iYWgtcmlidWFuLXBlcnNvbmVsLXBvbHJpLWRhbi10bmktdW50dWstYmVyc2loa2FuLWx1bXB1cg==&q=Mendagri Minta Tambah Ribuan Personel Polri dan TNI untuk Bersihkan Lumpur Sumatera§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ia berpendapat, penambahan personel Polri dapat dilakukan saat ini sebelum memasuki bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri sekitar Februari-Maret 2026.
"Kemarin waktu itu, beliau (Kapolri) nambah 1.000 sebelum Nataru. Alasan Pak Kapolri, karena semua kekuatan sedang fokus di Nataru, Natal Tahun Baru. Nah, sekarang Nataru sudah selesai. Mumpung sebelum Lebaran, sebelum Ramadhan. Sebelum Ramadhan, kalau Ramadhan capek nanti kerja. Jadi, harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," ucap Tito.
Baca juga: Kebut Pendataan Pascabencana, Tito Verifikasi 52 Daerah Terdampak di Sumatera
Ia mengakui, penambahan 1.000 personel Polri belum cukup untuk membantu pembersihan lumpur dan penanganan pemiluhan di berbagai area.
Tito menggambarkan, 1.200 Praja IPDN yang belum lama dikirimnya pun hanya dapat ditempatkan di Aceh Tamiang, untuk membantu administrasi pemerintahan dan perbantuan lainnya.
"(Mereka) hanya bisa fokus di tempat-tempat dinas-dinas di Tamiang saja. Kita belum lihat di Aceh Timur masalah, Gayo Luwes ada masalah, nanti kita akan lihat," jelas Tito.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

