Efektivitas Program MBG Terganjal Insiden Lapangan

wartaekonomi.co.id
23 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video distribusi makanan dengan kemasan tidak sesuai standar di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari menegaskan bahwa insiden tersebut mencerminkan tantangan efektivitas tata kelola program di tingkat pelaksana lapangan, meski prosedur distribusi telah ditetapkan secara nasional.

Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan bahwa pada hari tersebut pihaknya menyiapkan dan mendistribusikan makanan MBG bagi kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, menggunakan ompreng sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Evaluasi MBG, Prabowo Soroti 15 Insiden di 2025

Namun, setibanya di lokasi penerima, seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke kantong plastik tanpa koordinasi dengan SPPG yang mana tidak sesuai dengan SOP penyajian MBG demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan, makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” jelas Dimas dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

SPPG Karyasari mengaku baru mengetahui kejadian tersebut sehari setelahnya, menyusul beredarnya potongan video di media sosial. Untuk menindaklanjutinya, pihak SPPG memanggil para kader posyandu untuk klarifikasi pada Jumat, 9 Januari 2026.

“Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” tuturnya.

Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Lusi, turut meluruskan informasi yang beredar dengan menegaskan bahwa pemindahan makanan dilakukan untuk menghindari risiko kontaminasi akibat cuaca hujan di lapangan.

“Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan,” jelas Lusi.

Maka dari itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa SOP menjadi tiang utama efektivitas tata kelola Program MBG, termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Heboh Aksi Zikir di Kawasan Candi Prambanan, Dapat Bisikan Gaib
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Doa Boiyen Rayakan Ulang Tahun di Tengah Kasus Sang Suami
• 1 jam laluinsertlive.com
thumb
Demonstrasi Besar di Teheran Menewaskan 116 Orang, Pemerintah Iran Tuding Amerika Serikat Provokator
• 35 menit laluharianfajar
thumb
Apa Itu Mens Rea? Tema Stand Up Pandji yang Berujung Laporan Polisi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nasib Tiang Listrik: Ditempel Iklan Sedot WC hingga Dipukuli Tiap Malam
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.