Kepiting di Dalam Keranjang Bambu

erabaru.net
23 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Anak-anak yang tinggal di daerah pesisir memiliki sebuah kecerdikan khas yang telah diwariskan sejak lama saat menangkap kepiting—sebuah kebijaksanaan sederhana yang layak kita pelajari.

Setiap kali mereka berhasil menangkap kepiting, kepiting itu dimasukkan ke dalam sebuah keranjang bambu khusus. Bentuk keranjang ini cukup unik, mirip botol arak: bagian mulutnya sempit, hanya cukup untuk memasukkan satu tangan, sementara bagian dalamnya jauh lebih lebar sehingga mampu menampung banyak kepiting.

Anak-anak pantai ini juga memiliki trik tersendiri saat memasukkan kepiting ke dalam keranjang tersebut. Jika di dalam keranjang hanya ada satu ekor kepiting, mereka akan menutup rapat bagian mulut keranjang agar kepiting itu tidak melarikan diri. Namun, jika di dalamnya sudah ada dua ekor kepiting atau lebih, mereka tidak perlu menutup mulut keranjang sama sekali—dan anehnya, kepiting-kepiting itu tetap tidak bisa kabur.

Di mana letak rahasianya?

Ketika hanya ada satu ekor kepiting di dalam keranjang, kepiting tersebut akan memanjat dinding bambu yang kasar, bergerak naik hingga mencapai mulut keranjang dan melarikan diri. Karena itulah, mulut keranjang harus ditutup rapat.

Namun, jika di dalam keranjang terdapat dua ekor atau lebih kepiting, situasinya menjadi berbeda. Kepiting-kepiting itu sama-sama berusaha memanjat ke atas untuk keluar. Akan tetapi, saat satu kepiting hampir berhasil mencapai mulut keranjang, kepiting lainnya juga ikut berusaha melarikan diri dan justru menarik kepiting yang hampir berhasil itu ke bawah demi menyelamatkan dirinya sendiri.

Akibatnya, setiap kali ada kepiting yang hampir lolos, kepiting lain akan menariknya jatuh kembali. Hasil akhirnya, tidak ada satu pun kepiting yang benar-benar bisa keluar dari keranjang. Karena itulah, mulut keranjang tidak perlu ditutup.

Renungan / Hikmah Cerita

Dalam kehidupan, saat kita menghadapi rintangan dan kesulitan, sering kali situasinya mirip dengan kepiting-kepiting di dalam keranjang bambu.

Banyak hambatan yang kita alami bukan semata-mata karena ketidakmampuan diri sendiri, melainkan berasal dari kritik berniat buruk, kecemburuan, atau upaya menjatuhkan dari orang lain—seperti kepiting yang tidak ingin sesamanya melampaui dirinya.

Untuk rintangan semacam ini, kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak energi batin. Tetap fokus melangkah maju, karena tujuan hidup tidak pernah ditentukan oleh mereka yang berusaha menarik kita ke bawah.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hari Sadar Perdagangan Manusia, Polri: Korban TPPO Mayoritas Perempuan
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
Megawati Kecam Serangan AS ke Venezuela: Wujud Neokolonialisme dan Imperalisme Modern!
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan di Minneapolis, Protes Penembakan Renee Good oleh Agen ICE
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Korut Tuding Korsel Terbangkan Drone Pengintai ke Wilayahnya
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terpopuler: Cara Ressa Rizky Tahu Denada Ibu Kandungnya, Denny Sumargo Heran
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.