Bos Otorita Blak-blakan Nasib Pembangunan IKN di Pemerintahan Prabowo

bisnis.com
20 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono menegaskan konsistensi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam melanjutkan agenda pemindahan status ibu kota ke Nusantara. 

Komitmen tersebut diklaim telah menjadi garis kebijakan yang jelas, baik di tingkat domestik maupun dalam berbagai panggung diplomasi internasional. 

Basuki menambahkan, penegasan Presiden Prabowo mengenai masa depan IKN bahkan telah disuarakan di hadapan para pemimpin dunia, termasuk dalam forum G20. Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan pasar mengenai keberlanjutan proyek ambisius tersebut di tengah masa transisi pemerintahan.

"Komitmen Presiden Prabowo untuk memindahkan Ibu Kota ke Nusantara sudah sangat jelas dan disampaikan di berbagai forum internasional. Saya mengajak semua pihak untuk datang dan melihat langsung IKN," ujar Basuki dalam keterangan resminya saat menerima kunjungan akademik University of Maryland, Sabtu (10/1/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Di sisi lain, Basuki mengungkapkan tingginya animo publik terhadap progres pembangunan di Kalimantan Timur tersebut. Tercatat, lebih dari 300.000 orang telah berkunjung ke IKN pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sebagai informasi, khusus TA 2026 OIKN mengantongi bekal pagu anggaran senilai Rp6 triliun untuk melanjutkan pembangunan IKN Nusantara. 

Baca Juga

  • Otorita IKN Raih Komitmen Investasi dari 5 Perusahaan, Ini Bocoran Proyeknya
  • Otorita Beberkan Progres Pembangunan Jalan IKN Senilai Rp3,04 Triliun
  • Menhub Sebut Bandara IKN Sudah Disetujui untuk Umum, Kapan Beroperasi?

Sebelumnya, Basuki menjelaskan bahwa alokasi anggaran tersebut akan difokuskan untuk menjalankan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang telah direncanakan guna memastikan keberlanjutan infrastruktur dan ekosistem kota. 

Kendati demikian, belum ada perincian pasti mengenai alokasi pagu Rp6 trilliun akan dialokasikan untuk mengerjakan berapa paket pembangunan sepanjang tahun ini.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membelanjakan uang negara dengan sebaik-baiknya. Agar betul-betul dimaknai amanah ini dan hindarkan diri dari conflict of interest," pungkas Basuki.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antrean Panjang Terjadi di Jalur Lembah Anai Pascabencana
• 4 jam laludetik.com
thumb
Wamenkum Eddy Hiariej: KUHP Bersifat Universal, Tapi Tiga Aspek Tak Bisa Dibandingkan Antarnegara
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Dirjen Pengendalian Haji: Nilai Manfaat Haji Khusus Adalah Hak Jemaah
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Keluarga Arya Daru: Bukti Nyata Tak Maksimal Ditindaklanjuti
• 8 menit lalutvonenews.com
thumb
Banjir Rendam Dua Kecamatan di Serang
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.