Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan pengiriman sejumlah relawan tenaga kesehatan dan tenaga medis ke daerah bencana Sumatera terkendala biaya.
Hal tersebut disampaikan Budi dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1).
Budi menjelaskan, ada banyak relawan yang hendak masuk ke daerah bencana. Mulai dari relawan yang dikirimkan Pemda, rumah sakit, fakultas kedokteran, hingga Ikatan Dokter Indonesia.
Namun tiket pesawat yang langsung menuju ke Sumatera cukup mahal. Sehingga perjalanannya diakali dengan transit di Malaysia.
"Karena kita ngirimnya tuh dua minggu tuh 800, 700 (relawan). Akhirnya kemarin sempat, ya karena kita yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia. Karena murah tuh lewat kirim ke Malaysia tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta, kan," ujar Budi.
Meski berhasil masuk ke daerah bencana, Budi menjelaskan, ada kesan tidak enak yang ditimbulkan karena keberangkatan melalui Malaysia itu.
"Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG. 'Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang.' Jadi kan kita juga jadi, kok enggak enak gitu di sananya," ungkap dia.
Karenanya, Budi meminta agar ada kebijakan untuk memberikan tiket pesawat dengan harga khusus bagi relawan yang hendak ke daerah bencana.
"Jadi itu permintaan pertama kita. Mungkin ke Pak Tito dan Satgas DPR, kalau bisa tiket harganya jangan terlalu jauh gitu dengan yang lewat Malaysia," tutur dia.
Apalagi, dalam beberapa waktu ke depan, Kemenkes akan mengirimkan banyak relawan ke daerah bencana. Relawan tersebut akan ditempatkan di ribuan posko-posko pengungsian.
"Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per dua minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan di desa-desa terpencil," ucap dia.
Sementara itu, stafsus Kasum TNI, Brigjen Anggit Exton, mengatakan pihaknya siap membantu mobilisasi para relawan tersebut.
"Tadi kami coba mengub Waasops Kasau. Jadi dari Waasops Kasau intinya siap mendukung kalau perintah dari Panglima TNI," ujar Anggit.
"Sehingga nanti tidak perlu membeli tiket atau segala macam. Bisa menggunakan hercules," tambah dia.





