SEKTOR properti di Indonesia tetap menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Memasuki tahun 2026, dinamika pasar menunjukkan pergeseran menarik dalam peta kekuatan kapitalisasi pasar (market cap).
Memahami siapa saja pemain besar di industri ini bukan hanya penting bagi calon pembeli hunian, tetapi juga krusial bagi investor saham yang mencari aset dengan fundamental kuat.
Kapitalisasi pasar mencerminkan nilai total perusahaan di bursa saham, yang sering kali menjadi indikator kepercayaan publik dan stabilitas finansial. Berikut adalah analisis mendalam mengenai 30 perusahaan real estate terbesar di Indonesia berdasarkan data terbaru Januari 2026.
Dominasi Pemain UtamaDilansir dari Disfold, dalam industri properti, market cap yang besar biasanya berkorelasi dengan kepemilikan cadangan lahan (land bank) yang luas, proyek yang terdiversifikasi, serta kemampuan mengelola arus kas dari pendapatan berulang (recurring income) seperti mal dan perkantoran.
Berdasarkan data awal 2026, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk memimpin di posisi puncak dengan market cap mencapai US$5,83 miliar. Hal ini menunjukkan ekspansi masif mereka di sektor pengembangan properti. Diikuti oleh nama-nama legendaris seperti PT Sentul City Tbk dan PT Metropolitan Kentjana Tbk yang terus memperkuat dominasi mereka di kawasan satelit dan pusat bisnis.
Daftar 30 Perusahaan Real Estate Terbesar di IndonesiaBerikut adalah data komprehensif emiten properti yang diurutkan berdasarkan nilai kapitalisasi pasar tertinggi:
Rank Nama Perusahaan Market Cap US$ (Rupiah) Sub-Sektor Industri 1 PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) US$5.83 B (Rp97,94 Triliun) Development 2 PT Sentul City Tbk (BKSL) US$1.50 B (Rp25,20 Triliun) Development 3 PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) US$1.34 B (Rp22,51 Triliun) Services 4 PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) US$1.14 B (Rp19,15 Triliun) Development 5 PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) US$980.5 M (Rp16,47 Triliun) Services 6 PT MNC Land Tbk (KPIG) US$934.0 M (Rp15,69 Triliun) Services 7 PT Ciputra Development Tbk (CTRA) US$915.7 M (Rp15,38 Triliun) Services 8 PT Jaya Real Property, Tbk. (JRPT) US$835.8 M (Rp14,04 Triliun) Services 9 PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) US$476.4 M (Rp8,00 Triliun) Development 10 PT City Retail Developments Tbk (NIRO) US$444.0 M (Rp7,45 Triliun) Services 11 PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) US$433.2 M (Rp7,27 Triliun) Services 12 PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) US$379.6 M (Rp6,37 Triliun) Development 13 PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) US$372.3 M (Rp6,25 Triliun) Development 14 PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) US$360.8 M (Rp6,06 Triliun) Development 15 PT Pakuan, Tbk (UANG) US$329.0 M (Rp5,52 Triliun) Services 16 PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) US$288.8 M (Rp4,85 Triliun) Services 17 PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) US$240.0 M (Rp4,03 Triliun) Development 18 PT Mega Manunggal Property Tbk (MMPP) US$229.0 M (Rp3,84 Triliun) Services 19 PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) US$204.4 M (Rp3,43 Triliun) Services 20 PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) US$191.8 M (Rp3,22 Triliun) Services 21 PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) US$182.9 M (Rp3,07 Triliun) Development 22 PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) US$145.4 M (Rp2,44 Triliun) Development 23 PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) US$112.7 M (Rp1,89 Triliun) Development 24 PT Pollux Investasi Internasional, Tbk (POLI) US$99.3 M (Rp1,66 Triliun) Development 25 PT Intiland Development Tbk (DILD) US$80.1 M (Rp1,34 Triliun) Development 26 PT Pembangunan Perumahan Properti Tbk (PPRO) US$80.0 M (Rp1,34 Triliun) Development 27 PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) US$72.3 M (Rp1,21 Triliun) Services 28 PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) US$59.3 M (Rp996,24 Miliar) Development 29 PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) US$57.6 M (Rp967,68 Miliar) Development 30 PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) US$57.2 M (Rp960,96 Miliar) Services Memahami Struktur Industri Properti Apa perbedaan antara Real Estate Development dan Real Estate Services?Sub-sektor Development (Pengembangan) berfokus pada pembangunan proyek baru dari lahan mentah menjadi bangunan fisik seperti perumahan, kawasan industri, atau apartemen. Pendapatan utama berasal dari penjualan unit. Sementara itu, Services (Layanan) mencakup pengelolaan properti, penyewaan mal, perhotelan, dan jasa manajemen aset yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).
Mengapa PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk memiliki market cap sangat tinggi?Kapitalisasi pasar yang mencapai hampir Rp100 triliun menunjukkan kepercayaan investor yang sangat tinggi terhadap portofolio proyek dan manajemen aset perusahaan ini. Hal ini sering kali dipicu oleh kepemilikan cadangan lahan (land bank) yang luas di lokasi strategis serta diversifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar terkini.
Bagaimana pengaruh kurs USD/IDR terhadap emiten properti?Kurs mata uang sangat mempengaruhi emiten yang memiliki beban utang dalam mata uang asing. Namun, bagi perusahaan dengan fundamental kuat, pelemahan Rupiah terhadap USD justru bisa menjadi indikator kenaikan nilai aset fisik mereka jika dinilai dalam perspektif global.
FAQ:Pertanyaan Umum Seputar Emiten Properti Terbesar
- Apakah daftar ini mencakup seluruh perusahaan properti di BEI? Tidak, daftar ini hanya menampilkan 30 perusahaan teratas berdasarkan nilai kapitalisasi pasar per Januari 2026.
- Apa itu Market Cap? Nilai total perusahaan yang dihitung dengan mengalikan jumlah saham yang beredar dengan harga saham saat ini di bursa.
- Mengapa BSDE dan CTRA tidak berada di posisi pertama? Meskipun memiliki proyek yang sangat dikenal, kapitalisasi pasar ditentukan oleh harga saham di bursa yang dipengaruhi oleh persepsi investor dan jumlah saham beredar.
- Siapa pemain utama di kawasan industri? PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Bekasi Fajar (BEST) adalah pemain kunci di sub-sektor pengembangan lahan industri.
- Bagaimana prospek sektor properti di tahun 2026? Prospek tetap positif didorong oleh kebutuhan hunian yang tinggi (backlog) dan insentif pemerintah dalam sektor perumahan.
- Apakah emiten 'Services' lebih aman dari 'Development'? Emiten 'Services' cenderung memiliki arus kas yang lebih stabil, namun emiten 'Development' menawarkan potensi pertumbuhan nilai yang lebih besar saat ekonomi ekspansif.
- Apa pengaruh suku bunga BI terhadap market cap? Penurunan suku bunga biasanya memicu kenaikan harga saham properti (dan market cap) karena meningkatkan daya beli masyarakat terhadap KPR.
- Di mana saya bisa melihat data market cap real-time? Anda dapat mengaksesnya melalui aplikasi trading saham atau situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX).
- Apakah nilai USD dalam tabel ini tetap? Tidak, nilai USD akan berfluktuasi mengikuti harga saham harian dan pergerakan kurs Rupiah.
- Apa itu Land Bank? Cadangan lahan mentah yang dimiliki pengembang untuk dikembangkan menjadi proyek properti di masa depan. (Diolah berdasarkan hasil peringkat Disfold/Z-10)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)