Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Flores Timur (Disdukcapil Kab Flotim) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik meski di tengah keterbatasan anggaran. Inovasi layanan online berbasis website diluncurkan untuk mendukung program lompatan jauh pemerintahan bupati dan wakil bupati, Antonius Doni Dihen dan Ignasius Boli Uran.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Flores Timur, Yoseph Aryo Soecipto Pehan Keraf, menjelaskan bahwa kehadiran inovasi Flores Timur Sadar Administrasi Kependudukan (Flotim Samid) lahir dari motivasi untuk mempermudah masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan (adminduk).
Salah satu fokus utama inovasi ini adalah menuntaskan masalah 6.000 anak yang dinonaktifkan dari kepesertaan JKN KIS karena belum memiliki Akta Kelahiran.
"Selain itu, ketidaksinkronan data antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dukcapil menyebabkan banyak warga tidak mendapat jaminan kesehatan yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah. Hal ini disebabkan karena lemahnya koordinasi pencatatan peristiwa kependudukan lahir, mati, pindah, datang. Serta akses terbatas ke layanan adminduk, khususnya di daerah terpencil dan masyarakat non melek IT," jelas Cipto Keraf dalam wawancara di ruang kerjanya, pada Sabtu 10 Januari 2026.
Melalui layanan Flotim Samid, masyarakat kini dapat mengakses dokumen kependudukan secara digital dengan waktu yang lebih efisien dan tanpa biaya. Aplikasi ini juga menjadi jembatan sinkronisasi data antarinstansi untuk meningkatkan perlindungan sosial masyarakat.
"Flotim Samid merupakan aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan adminduk tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil, sedangkan untuk masyarakat yang tidak melek IT, tersedia agen pelayanan di kantor kecamatan, kantor desa, sekolah, puskesmas dan pustu, kantor Pengurus Agama Islam, Kristen Protestan, Hindu, Budha, serta Kantor Paroki," katanya.
Terdapat tiga sub-layanan unggulan dalam inovasi ini, yakni BALADA (Bayi Lahir Dapat Akta) yang memastikan akta lahir terbit sebelum bayi pulang dari fasilitas kesehatan. Kemudian HANIMUN (Habis Nikah Mendapat Pembaharuan Administrasi Kependudukan) untuk pembaharuan KK dan KTP bagi pasangan yang baru menikah, serta AMA SUKUR (Akta Mati Sebelum Kubur) untuk memastikan validitas data kematian.
Adapun layanan prioritas yang tersedia meliputi Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, perubahan data Kartu Keluarga, penggantian KTP-el rusak atau hilang, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga layanan pindah datang wilayah Flores Timur.
Meski layanan terus berjalan, Cipto Keraf mengungkapkan tantangan anggaran terkait pencetakan KTP-el. Saat ini anggaran untuk ribon film dan cleaning card hanya cukup untuk 11.000 cetakan, sementara terdapat 20.056 penduduk yang belum melakukan perekaman pada tahun 2026. Estimasi kebutuhan pelayanan selama setahun mencapai sekitar 30.000 cetakan.
"Saya sangat berharap ada tambahan anggaran pengadaan, supaya tidak boleh ada kekosongan pelayanan. Jangan sampai kita tidak mampu melayani karena tidak punya uang, itu jangan sampai terjadi. Kemarin saja sudah 500 lebih pelayanan pencetakan KTP-el," ungkap Cipto Keraf.
Editor: Redaktur TVRINews





