Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi menetapkan status darurat penanggulangan sampah selama dua pekan ke depan, atau hingga 19 Januari 2026. Fokus utamanya adalah pembersihan tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah lokasi, salah satunya di kawasan Pasar Cimanggis.
Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Cimanggis, sebagian besar gunungan sampah yang sebelumnya memenuhi area samping jalan raya telah diangkut oleh petugas menggunakan alat berat dan truk. Namun, ironisnya, tumpukan sampah baru kembali bermunculan di lokasi yang sama hanya berselang singkat setelah dibersihkan.
Sebelumnya, personel Satpol PP sempat disiagakan di area tersebut untuk memantau dan mencegah warga membuang sampah sembarangan, namun hal tersebut nampaknya belum memberikan efek jera yang maksimal.
Baca juga: Tangsel Buang 200 Ton Sampah per Hari ke Cileungsi Selama 2 Pekan
Keberadaan sampah yang terus muncul ini dikeluhkan oleh warga dan pedagang karena menimbulkan aroma tak sedap serta mengganggu akses jalan raya. Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengangkutan secara berkala, tetapi secara rutin tanpa jeda.
"Kalau sampahnya banyak, ya mengganggu aktivitas sehari-hari. Harapannya biar dikendalikan, sampah harus diangkut terus, jangan dijeda-jeda," ujar Yanti, salah satu warga di lokasi.
Selain masalah kenyamanan dan bau, warga juga mulai khawatir akan ancaman kesehatan. "Pemerintah harus tahu bahwa sampah ini takut banyak penyakit. Sampah itu ya harus cepat-cepatlah diangkut," tambah warga lainnya, Ujang.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap dengan penetapan status darurat hingga 19 Januari mendatang, seluruh titik penumpukan sampah liar dapat segera dibersihkan secara total. Koordinasi antar instansi terus diperkuat guna memastikan armada pengangkut sampah bekerja lebih intensif agar kenyamanan dan kebersihan kota kembali terjaga.


