Terima Laporan Penyelundupan Komoditas Pangan, Mentan Amran: Tunggu Saja, Aku Bongkar Semua

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku menerima banyak laporan terkait dugaan penyelundupan berbagai komoditas pangan.

Hal itu diungkap Mentan Amran saat mengecek ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Kota Semarang, Sabtu (10/1/2026).

BACA JUGA: Anak Buah Menkeu Purbaya di DJP Kena OTT KPK, Begini Kasusnya

"Banyak sekali (laporan masuk, red.). Setebal gini (menunjukkan isyarat jari, red.), aku belum baca semua," kata Amran Sulaiman.

Dia menyebut banyaknya laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui layanan WhatsApp "Lapor Pak Amran", dan sebagian besar laporan merupakan dugaan penyelundupan komoditas pertanian.

BACA JUGA: Jumlah Guru PNS & PPPK di Kabupaten Bandung Jomplang Banget, Itu pun Masih Kurang

Menurut Amran, laporan yang diterimanya tidak hanya soal penyelundupan bawang bombay yang baru saja diungkap, tetapi juga dari berbagai komoditas pertanian.

Beberapa komoditas selundupan sesuai laporan itu berupa beras, gula, pupuk, hingga minyak goreng.

BACA JUGA: Penjelasan Panglima TNI soal Kenaikan Pangkat Lifter Rizki Juniansyah dari Letda jadi Kapten

"Penyelundupan ada, ada yang jual mesin (ilegal), jual pupuk, pupuk ilegal, macam-macam, tetapi kami tindaklanjuti. Untuk sementara ini yang banyak beras, macam-macam, bahkan minyak goreng," tuturnya.

Hal itulah yang membuat Amran heran. Contoh, ada laporan soal penyelundupan minyak goreng, sedangkan Indonesia saat ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

"Kita ini produsen terbesar dunia, yang beras sudah swasembada, melimpah, masa ada selundupan masuk," ucapnya.

Namun demikian, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti kepolisian, TNI, dan Badan Karantina.

"Ada juga nanti. (Laporan, red.) Beras masuk, gula masuk. Ini kami bongkar semua. Tunggu saja satu, dua minggu ke depan. Aku bongkar semua," tegasnya.

Sebelumnya, Mentan mendapatkan laporan adanya dugaan penyelundupan bawang bombay yang akan masuk ke Semarang pada Jumat (2/1) melalui jalur laut.

Kemudian, Mentan berkoordinasi dengan Polisi Militer (PM), Dandim, Kapolrestabes Semarang, hingga jajaran karantina untuk mencegah pengiriman ilegal tersebut masuk ke pasaran.

Akhirnya, petugas gabungan berhasil mengamankan 6.172 karung bawang bombay tanpa dokumen resmi dengan total berat sekitar 133,5 ton, serta enam unit truk yang digunakan untuk mengangkut.

Pengemudi enam truk pengangkut bawang bombay ilegal itu turut dimintai keterangan, namun sementara ini statusnya sebatas saksi karena mengaku hanya diminta untuk mengangkut.

Saat ini, Kepolisian Daerah Jateng masih mendalami asal usul bawang bombay tersebut untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab, sedangkan bawang bombay sebagai barang bukti akan dimusnahkan.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Pertimbangkan Serang Iran di Tengah Aksi Protes yang Makin Meluas
• 40 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
4 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Komoditas Panas di Bursa Transfer Paruh Musim: Persib Bandung Siap Tampung Gelandang Skuad Garuda?
• 23 jam lalubola.com
thumb
Anak Buah Menkeu Purbaya di DJP Kena OTT KPK, Begini Kasusnya
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kirim 290 Atlet, Menpora Targetkan RI Bawa Pulang 83 Emas ASEAN Para Games
• 22 jam lalumerahputih.com
thumb
Mendagri Tito Targetkan Pemulihan Pascabencana Aceh Rampung Sebelum Ramadan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.