Pasokan Terhenti, Harga BBM di Nunukan Dijual hingga Rp35 Ribu per Botol

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Nunukan, tvOnenews.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami kenaikan drastis sejak Jumat (9/1/2026). Kondisi tersebut dipicu oleh terhentinya pasokan BBM.

Kelangkaan BBM mulai dirasakan masyarakat sejak Kamis (8/1/2026). Warga kesulitan mendapatkan BBM, bahkan sebagian tidak dapat beraktivitas karena kehabisan bahan bakar.

Andi Irwansyah, salah seorang warga Nunukan, mengaku sudah berkeliling sejak Kamis untuk mencari BBM, namun tidak menemukannya. Hingga Sabtu (10/1/2026), ia akhirnya tidak bisa bepergian karena kendaraannya kehabisan BBM.

“Sejak Kamis sudah keliling cari bensin, tapi tidak ada yang jual. Jumat masih ada sisa di tangki motor. Hari ini sudah tidak bisa ke mana-mana karena habis,” ujarnya.

Andi mengatakan, BBM yang ia peroleh didapatkan melalui informasi dari rekan dan grup WhatsApp. BBM jenis Pertalite dijual dengan harga Rp35 ribu per botol.

“Di grup ada yang tawarkan bensin Rp35 ribu per botol. Mau tidak mau dibeli walaupun mahal,” katanya.

Hal serupa juga dialami Rina (32), warga Nunukan lainnya. Ia mengaku harus berkeliling cukup jauh untuk mendapatkan BBM. Meski demikian, Rina tergolong lebih beruntung karena mendapatkan BBM dengan harga Rp25 ribu per botol, meski ukuran botol lebih kecil.

“Sempat keliling cukup jauh baru bisa dapat. Itu pun cuma satu botol,” ucapnya singkat.

Menurut Rina, harga BBM melambung karena pasokan Pertalite tersebut didatangkan dari Pulau Sebatik. Penjual BBM eceran menyebutkan pasokan terbatas dan hanya menjual dalam jumlah kecil.

“Kata penjual, bensin dipesan dari Sebatik dulu. Makanya dijual terbatas, hanya dua jeriken. Harganya Rp25 ribu per botol,” jelasnya.

Sementara itu, Manager dan Pengawas PT SAINI Nunukan, Megawati Sulaiman, menjelaskan bahwa keterlambatan masuknya stok BBM disebabkan oleh hambatan transportasi kapal. Menurutnya, sejumlah kapal mengalami perbaikan serta pembaruan dokumen di akhir tahun.

“Mulai Minggu kami akan kembali melayani. Stok BBM yang masuk diperkirakan cukup untuk satu minggu ke depan,” ungkap Megawati.

Ia merinci, stok yang akan masuk terdiri dari 5 ton Pertalite, 2 ton Pertamax, dan 10 ton Solar. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan distribusi BBM tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertapreneur Aggregator siapkan UMKM tumbuh berkelanjutan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Alfi Kusuma, Peraih Emas di SEA Games Dihadiahi Naik Pangkat Jadi Letnan Satu
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Nilai Perdagangan RI-China Tembus 135,2 Miliar Dolar AS
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Megawati Soroti Bencana Sumatra: Regulasi Beri Karpet Merah untuk Deforestasi
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Paus Leo XIV tegaskan warga Palestina berhak hidup damai di tanahnya
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.