REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memfasilitasi pemulangan jenazah Agus Ahmadi, pekerja migran asal Cirebon, Jawa Barat, yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Malaysia. Jenazah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat malam pukul 22.30 WIB dan diteruskan ke rumah duka di Harjamukti, Cirebon, pada Sabtu dini hari.
Menurut Mukhtarudin, dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu, pemulangan jenazah ini merupakan bentuk kehadiran dan tanggung jawab negara terhadap warganya yang bekerja di luar negeri. "Pemulangan jenazah adalah bentuk empati, penghormatan, dan tanggung jawab negara kepada rakyatnya," ujarnya.
Mukhtarudin menekankan pentingnya sinkronisasi data lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan pekerja migran mendapat perlindungan hukum sejak keberangkatan. Ia juga menekankan perlunya pendaftaran pekerja migran dalam SISKOP2MI dan BPJS Ketenagakerjaan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Migrasi aman dan prosedural penting untuk memberikan perlindungan penuh, termasuk jaminan sosial yang pasti," katanya. Meski Agus berangkat secara nonprosedural, Kemen P2MI tetap mendampingi keluarganya untuk memperjuangkan hak-haknya yang belum terpenuhi, termasuk asuransi pribadi yang tengah diproses di Malaysia.
Negara akan terus hadir dalam mendampingi dan memperjuangkan keadilan bagi warganya. Mukhtarudin mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan jalur-jalur ilegal yang berisiko tinggi bagi keselamatan pekerja migran.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.




