Megawati Tantang Kader PDI-P Jadi Pandu Ibu Pertiwi

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT PDI Perjuangan ke-53 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Rakernas dan HUT ke-53 PDI Pejuangan yang berlangsung 10-12 Januari tersebut mengusung tema Satyam Eva Jayate Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya dengan membahas persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai. (Sumber: ANTARA FOTO/Monang Sinaga/fzn/rwa)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menantang seluruh kader partai untuk tidak sekadar hadir dalam kekuasaan, tetapi menjadi “Pandu Ibu Pertiwi” di tengah krisis lingkungan dan tantangan pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Megawati dalam pidato politik peringatan HUT ke-53 PDI-P yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026.

Megawati menegaskan, kader PDI-P harus berani memikul tanggung jawab moral dan sejarah, bukan hanya menjalankan fungsi politik praktis. 

Menjadi Pandu Ibu Pertiwi, menurut dia, berarti menjadi penunjuk jalan di saat arah bangsa kabur dan menjadi pelindung rakyat ketika kekuasaan justru berpotensi menyimpang.

Baca Juga: Rakernas PDIP: Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela

“Pandu adalah mereka yang  berjalan paling depan saat jalan gelap, dan paling belakang saat rakyat harus dilindungi,” ujar Megawati dalam pidatonya di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Megawati menegaskan, konsep Pandu Ibu Pertiwi bukan simbol kosong, melainkan standar etik bagi seluruh kader PDI-P, baik yang berada di struktur partai maupun yang memegang jabatan publik. 

Kader diminta tidak menjadi bagian dari perusakan lingkungan, penderitaan rakyat, atau kebijakan yang mengorbankan masa depan bangsa.

Menurut Megawati, kekuasaan tanpa moral hanya akan melahirkan krisis baru. 

Karena itu, kader PDI-P harus menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan tanggung jawab, antara pembangunan dan keadilan, serta antara kepentingan politik dan keselamatan rakyat.

Berani Melawan Kebijakan Merusak

Dalam pidatonya, Megawati secara tegas meminta kader PDI-P berani mengatakan tidak terhadap kebijakan yang merusak bumi dan mengancam keberlanjutan kehidupan. 

Keberanian tersebut, kata dia, merupakan ujian sejati bagi kader partai yang mengaku berpihak pada rakyat.

Baca Juga: Zainal Arifin-Jubir PDIP Kritisi Pasal 218 KUHP: Kritik ke Presiden Bisa Dikoreksi Jadi Penghinaan

“Berani melawan keserakahan yang mengorbankan rakyat. Dan berani berdiri tegak di atas kebenaran, apa pun konsekuensinya,” kata Megawati, dipantau dari video Live KompasTV.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Pandu Ibu Pertiwi
  • Megawati Soekarnoputri
  • kader PDIP
  • Rakernas PDIP 2026
  • pidato politik Megawati
  • etika politik
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penutup Paruh Musim yang Buruk untuk PSM Makassar
• 14 jam lalufajar.co.id
thumb
KPK Sita Barang Bukti Rp6,38 Miliar dari Kasus Suap Pajak KPP Jakarta Utara
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Astronot Sakit, NASA Panik
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Kemen P2MI fasilitasi pemulangan jenazah PMI Cirebon dari Malaysia
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Ungkap Peran Eks Menag Yaqut-Gus Alex di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.