Menkes: Harga Tiket Pesawat Menuju Aceh Sangat Mahal daripada ke Malaysia

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroi mahalnya harga tiket pesawat menuju Provinsi Aceh. Hal ini pun membuat kesulitan para sukarelawan.

Karena itu, Budi mendesak ada kebijakan khusus untuk harga tiket bagi sukarelawan kesehatan yang akan berangkat ke Provinsi Aceh lebih murah.

BACA JUGA: Ribuan PNS, PPPK, dan Honorer jadi Sukarelawan, Tidak pakai Anggaran Perjalanan Dinas

Sebab menurut Budi, para relawan itu ke Aceh untuk melaksanakan misi kemanusiaan penanganan pascabencana.

“Harga tiket ke Aceh sangat mahal,” kata Menkes dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Provisi Aceh di Banda Aceh, Sabtu (10/1).

BACA JUGA: 3.000 ASN Jadi Sukarelawan Bencana Banjir di Aceh

Budi menjelaskan dalam dua minggu sekali, pihaknya memberangkatkan 700 sampai 800 tenaga kesehatan yang akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra khususnya Aceh.

Menurut dia untuk mensiasati harga tiket mahal, para sukrelawan harus terbang melalui Kuala Lumpur karena harga tiket jauh lebih murah dibanding terbang langsung.

"Akhirnya kemarin kami pakai rute penerbangan ke Malaysia dulu dan harga tiketnya lebih murah," kata Budi.

Budi berharap ada harga khusus tiket pesawat untuk relawan Kemenkes yang akan melaksanakan misi kemanusiaan guna memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh.

Dia mengatakan tujuan para relawan adalah untuk membatu masyarakat terdampak bencana, jika harga tiket ke daerah bencana sangat tinggi tentu akan membebani para relawan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan sehingga harga tiket untuk ke daerah bencana harganya terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.(antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bantah Isu KDRT, Na Daehoon: Saya Tidak Pernah Lakukan Tindakan Memalukan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Integrasi Transum Jabodetabek Terganjal Anggaran dan Regulasi
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Dokter Jerman Jadi Terkenal usai Riset Praktek Dukun di RI
• 4 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK tak Lagi Tampilkan Tersangka Kasus Korupsi Saat Konferensi Pers
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Investasi, dan Integrasi Industri
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.