Kebijakan ketat Tiongkok terkait dracin menjadi salah satu berita populer di hari Sabtu (10/1).
Selain itu Indro Warkop tanggapi soal pelaporan Pandji Paragiwaksono juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman 5 berita populer yang paling menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. Tiongkok Perketat Aturan Dracin: Tak Boleh Ada CEO Galak dan Pamer HartaPemerintah Tiongkok resmi mengeluarkan pedoman baru untuk menertibkan tren drama pendek atau "dracin" bertema romansa CEO yang sering memamerkan kemewahan.
"Aturan ini menekankan pembuat konten tidak lagi mengagungkan konsep pernikahan yang hanya mengejar kekayaan atau kekuasaan," sebagaimana dilaporkan oleh media resmi setempat.
Pihak berwenang juga melarang keras konten yang mempromosikan materialisme, pemujaan kekuasaan, atau gaya hidup hedonisme. Kreator kini diminta untuk lebih berpegang pada prinsip realistis dan mengangkat kisah perjuangan pengusaha yang lebih bermakna.
2. Denada Digugat Pemuda Banyuwangi Atas Dugaan Penelantaran AnakSeorang pemuda berusia 24 tahun asal Banyuwangi, Ressa Risky Rossano, melayangkan gugatan terhadap penyanyi Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.
Kuasa hukum Ressa, M. Firdaus Yuliantono, mengatakan bahwa kliennya baru menyadari status hubungan darah tersebut setelah beranjak dewasa.
"Gugatan dilakukan atas dasar memperjuangkan hak klien kami karena memang dasar hubungan darah semua sudah tahu. Dan tergugat pun sebenarnya sudah tahu," ungkap Firdaus Yuliantono saat menggelar jumpa pers di Banyuwangi.
Ressa mengaku baru menyadari silsilah keluarganya setelah mendengar cerita dari kerabat dan awalnya sempat mengira Denada adalah kakaknya. Saat ini, Ressa masih menunggu iktikad baik Denada untuk hadir dalam sidang mediasi berikutnya.
3. Wardatina Mawa Tantang Inara Rusli Buktikan Pernikahan Siri dengan InsanulPerselisihan antara Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli semakin memanas seiring dengan tuntutan bukti legalitas pernikahan siri.
Kuasa hukum Mawa, Althur Napitupulu, menegaskan, "Sebenarnya sih sederhana kalau dari kami, kalau memang mengaku sudah menikah siri, silakan perlihatkan kapan menikahnya, guna menepis dugaan perzinaan," ujarnya.
Pihak Mawa menduga isu nikah siri sengaja dimunculkan sebagai tameng hukum untuk melegalkan hubungan mereka. Sementara itu, Mawa dikabarkan telah bertekad bulat untuk menceraikan Insanul setelah proses pidana di Polda selesai.
4. Gunakan Nama Jenderal Ahmad, Adly Fairuz Digugat Wanprestasi Rp 5 MiliarAktor Adly Fairuz menghadapi gugatan perdata senilai hampir Rp 5 miliar terkait dugaan penipuan untuk meloloskan calon anggota Akademi Kepolisian (Akpol).
Kuasa hukum korban, Farly Lumopa, menceritakan momen saat ia bertemu dengan sosok yang disebut sebagai pemberi jaminan.
"Begitu saya ketemu, saya tanya ke perantaranya (Agung Wahyono), 'Mana Jenderal Ahmadnya?', ternyata yang ditunjuk malah Adly Fairuz," ujar Farly Lumopa.
Penggunaan nama "Jenderal" tersebut diduga dipakai untuk meyakinkan korban agar menggelontorkan uang miliaran rupiah. Selain gugatan perdata, kasus ini juga telah dilaporkan secara pidana ke Polres Metro Jakarta Timur.
5. Indro Warkop soal Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Kemunduran Cara BerpikirKomedian senior Indro Warkop menanggapi polemik hukum yang menjerat Pandji Pragiwaksono. Diketahui, Pandji dipolisikan buntut materi komedinya dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea yang dinilai menyinggung pihak tertentu.
Menanggapi fenomena pelaporan komedi ke ranah hukum, Indro Warkop melihat adanya pergeseran cara pandang masyarakat dan penegak hukum yang memprihatinkan.
"Ya disayangkan, ini sebuah kemunduran cara berpikir, itu saja sih. Bagaimanapun juga komedi itu (ekspresi)," ujar Indro Warkop ditemui di Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (9/1).
Indro menyoroti bagaimana pola tekanan terhadap seniman telah berubah dari masa ke masa. Jika era Orde Baru tekanan datang dari penguasa, kini ia melihat adanya fenomena di mana masyarakat dibenturkan satu sama lain.




