VIVA – Na Daehoon akhirnya angkat bicara setelah dirinya dituding melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh mantan istrinya, Jule. Tuduhan tersebut sempat memicu perdebatan panjang di media sosial, terutama karena menjadi alasan yang disebut Jule di balik kasus perselingkuhan yang sebelumnya lebih dulu viral. Menanggapi hal itu, Na Daehoon dengan tegas membantah dan menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah.
Dalam pernyataannya yang beredar di media sosial, Na Daehoon menyampaikan bahwa ia sama sekali tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Ia meminta publik untuk tidak mudah percaya pada isu yang menurutnya tidak berdasar. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
- Istimewa
“Fitnah, banyak fitnah, banyak yang fitnah. Kaga benar ya guys nggak usah peduli,” kata Na Daehoon yang dikutip dari Instagram @pembasmii.kehaluan pada Minggu, 11 Januari 2026.
Na Daehoon juga menegaskan bahwa dirinya tetap tenang menghadapi situasi ini karena merasa tidak pernah melakukan hal memalukan dalam hidupnya. Ia mengaku berani bersikap terbuka karena yakin pada apa yang ia jalani selama ini.
“Aku juga santai aja karena aku nggak pernah kayak melakukan hal-hal yang malu lah makanya aku bisa berani. Kalian kan tahu aku,” ujarnya.
Menurutnya, tudingan dan isu negatif adalah hal yang kerap terjadi, terutama ketika persoalan pribadi sudah menjadi konsumsi publik.
“Di dunia ini emang banyak fitnah,” tambahnya.
Pernyataan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari netizen. Sebagian warganet justru mengaitkan bantahan Daehoon dengan keputusan pengadilan yang memberikan hak asuh anak kepadanya. Mereka menilai hal itu menjadi alasan mengapa tudingan KDRT diragukan.
“Kalo emg kdrt mungkin hrsnya seorang ibu bakal memperjuangkan hak asuh anak2nya, masa iya nyerahin hak asuh sama ortu yg kdrt.”
“Kalo tau kdrt ngapain anak2nya gak dibawa jule itu.”
“Kalau kdrt ,anak2 pasti gag di Kabulin hakim untuk ikut ke pelaku kdrt.”
Sebelumnya, Jule memang lebih dulu menjadi sorotan publik akibat isu perselingkuhannya dengan Safrie yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Tekanan dari publik diakui membuat kondisi mentalnya terguncang hingga akhirnya ia memilih untuk memberikan klarifikasi melalui pesan langsung (DM) yang beredar luas.



