Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Alat medis dan ruang rawat inap terdampak, imunisasi dialihkan ke faskes terdekat.
Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh, tetap memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat meski sebagian besar sarana dan prasarananya rusak akibat banjir besar akhir November 2025. Sejumlah layanan darurat dan klaster prioritas masih dijalankan untuk memenuhi kebutuhan medis warga terdampak.
“Saat ini pelayanan UGD dan beberapa klaster sudah mulai aktif kembali,” ujar Kepala Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, dr. Darmawanti, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.
Fasilitas Kesehatan Rusak Parah
Darmawanti menjelaskan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pemulihan sarana dan prasarana. Banyak fasilitas penunjang layanan kesehatan tidak lagi dapat digunakan setelah terendam lumpur.
Kerusakan terparah terjadi di ruang rawat inap, di mana seluruh tempat tidur dan kasur pasien rusak total. Akibatnya, layanan perawatan harus dibatasi karena keterbatasan fasilitas.
Alat Medis dan Layanan Penunjang Terganggu
Selain ruang rawat inap, sejumlah alat medis penting juga dilaporkan tidak lagi berfungsi, seperti USG, EKG, kulkas vaksin dan seluruh komputer pelayanan. Kondisi ini membuat layanan imunisasi dan pemeriksaan penunjang medis terhenti sementara.
“Semua alat itu terendam air lumpur. Banyak yang rusak,” kata Darmawanti.
Upaya Menjaga Layanan Tetap Berjalan
Meski dalam kondisi terbatas, pihak Puskesmas tetap berupaya menjaga pelayanan kesehatan. UGD dan klaster pelayanan prioritas tetap dioperasikan untuk menangani pasien darurat.
Untuk memastikan layanan imunisasi tetap berjalan, vaksin sementara dititipkan di fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak bencana.
“Langkah ini dilakukan agar bayi dan balita yang membutuhkan imunisasi tetap bisa terlayani,” ujarnya.
Kendala Ambulans dan Harapan Pemulihan
Ketiadaan ambulans menjadi salah satu kendala serius dalam situasi darurat pascabencana. Hal ini membatasi mobilisasi pasien rujukan dan berpotensi meningkatkan risiko keterlambatan penanganan, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan lansia.
Darmawanti berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan agar pelayanan kesehatan kembali normal.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berharap kondisi pascabencana ini bisa segera pulih,” katanya.
Editor: Redaktur TVRINews




