Insentif Pemerintah Jadi Angin Segar bagi Astra (ASII), Simak Proyeksi Teranyar

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

PT Astra International Tbk (ASII) dinilai berpeluang mendapat dorongan signifikan dari kebijakan pemerintah.

Insentif Pemerintah Jadi Angin Segar bagi Astra (ASII), Simak Proyeksi Teranyar. (Foto: Astra)

IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) dinilai berpeluang mendapat dorongan signifikan dari kebijakan pemerintah, khususnya rencana insentif untuk pembeli mobil roda empat pertama di Indonesia.

Dalam laporan risetnya, dikutip dari Dow Jones Newswires, pada 9 Januari 2026, analis UOB Kay Hian menyebut Kementerian Perindustrian tengah menyiapkan sejumlah skema insentif yang berpotensi menjadi game changer bagi Astra.

Baca Juga:
Asing Borong Saham Bank Besar dan Tambang dalam Sepekan

Salah satu skenario yang dibahas adalah pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 100 persen untuk kendaraan hybrid dengan harga di bawah Rp375 juta.

Menurut analis, kebijakan tersebut akan menciptakan titik harga yang jauh lebih menarik bagi konsumen dan memperkuat daya saing Astra di pasar otomotif nasional. Astra dinilai berada di posisi terdepan karena merupakan pemain nomor satu di segmen kendaraan hybrid.

Baca Juga:
Harga Minyak Naik 3 Persen Sepekan di Tengah Risiko Geopolitik

Seiring prospek tersebut, UOB Kay Hian menaikkan rekomendasi saham ASII menjadi buy (beli) dari sebelumnya hold (tahan). Target harga saham juga direvisi naik menjadi Rp7.700 dari Rp6.600.

DBS Group Research juga menilai, prospek ASII tetap solid, ditopang kemampuan perseroan dalam menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) yang konsisten.

Baca Juga:
Asing Lepas Saham Konglo Ini, Bakrie hingga Salim Masuk Daftar Jual

Sebelumnya, DBS menulis, fondasi keuangan yang kuat tersebut memberi ruang bagi Astra untuk terus meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham.

Dalam riset terbarunya, dikutip Dow Jones Newswires, pada 2 Desember 2025, DBS Group Research menyoroti langkah Astra meluncurkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp2 triliun.

Kebijakan ini dinilai menegaskan komitmen manajemen dalam memperkuat nilai bagi pemegang saham. Dengan belanja modal yang relatif stabil, DBS melihat Astra memiliki ruang yang cukup untuk menaikkan rasio pembayaran dividen ke kisaran 55-60 persen.

DBS memproyeksikan Astra mampu membukukan free cash flow yield sebesar 13-17 persen sepanjang 2025-2027, yang diperkirakan menjadi pendorong utama valuasi saham.

Selain itu, DBS juga melihat adanya peluang divestasi aset non-inti, khususnya bisnis perkebunan kelapa sawit.

Seiring pandangan positif tersebut, DBS menaikkan target harga saham Astra menjadi Rp8.100 dari sebelumnya Rp6.500, dengan rekomendasi beli tetap dipertahankan.

Pada perdagangan per Jumat (9/1/2026) lalu, saham ASII ditutup di level Rp6.875 per unit dan berhasil menguat sekitar 1,10 persen dalam sepekan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demonstrasi Besar di Teheran Menewaskan 116 Orang, Pemerintah Iran Tuding Amerika Serikat Provokator
• 8 jam laluharianfajar
thumb
MUI Dorong Gen Z Jadi Penggerak Literasi Halal
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Contoh Kata Sandi 8 Karakter yang Kuat dan Sulit Diretas
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
JPU Ungkap Dugaan Skema Terorganisir dalam Perkara Obstruction of Justice
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
5 Film Korea Terbaru Rilis Januari 2026, Ada Genre Rom-Com hingga Kriminal
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.