jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengungkapkan Indonesia berpeluang menempatkan pekerja migran berbagai sektor di Suriname dan Guyana.
Sektor tersebut di antaranya perkayuan/kehutanan, manufaktur, pertambangan, minyak dan gas bumi.
BACA JUGA: Terima Kunjungan IM Japan, Wamen Christina Jajaki Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Skema SSW
Wamen Christina menjelaskan penempatan pekerja migran Indonesia ke Suriname dan Guyana selama ini didominasi oleh skema perseorangan mandiri dengan sektor pekerjaan seperti operator mesin dan mekanik di sektor perkayuan. Jumlahnya pun masih relatif sedikit.
“Kami ingin membuka lebih banyak peluang penempatan ke Suriname dan Guyana. Termasuk mendapatkan informasi terkait kebijakan ketenagakerjaan, migrasi dan kuota jika ada,” ungkap Wamen Christina saat pertemuan daring dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Suriname Agus Priono merangkap Republik Kooperatif Guyana dan Caricom, Jumat (9/1/2025).
BACA JUGA: Bertemu Dubes Kuwait, Wamen Christina Bahas Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Sektor Profesional
Wamen Christina juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti peluang penempatan pekerja migran ke Suriname dan Guyana serta menekankan berbagai langkah konkret yang bisa segera dilakukan guna menjaga momentum kerja sama.
“Kami ingin menegaskan Indonesia serius menindaklanjuti peluang yang ada. Kementerian P2MI siap memulai pembahasan melalui pertemuan awal secara daring dengan users di kedua negara tersebut,” ungkap politikus Partai Golkar ini.
BACA JUGA: Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Wamen Christina Ungkap Arahan Presiden Prabowo Soal Penanganan Bencana Sumatra
Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Republik Suriname Agus Priono ingin pekerja migran Indonesia bisa memanfaatkan peluang untuk bekerja di sana, utamanya di sektor minyak dan gas bumi yang saat ini sedang tumbuh di kedua negara itu.
“Sektor lain, seperti kesehatan, tenaga ahli teknis, konstruksi, pertambangan dan lainnya, baik di Suriname dan Guyana juga memerlukan pekerja migran Indonesia,” katanya.
Dubes Agus juga berharap terjalin kerja sama antar pemerintah, untuk penempatan pekerja migran Indonesia yang aman dan berkualitas.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari



